Home > Ragam Berita > Nasional > Berbeda Dengan Anies, Sandiaga Menyikapi Pemanggilan Dirinya Dengan Serius

Berbeda Dengan Anies, Sandiaga Menyikapi Pemanggilan Dirinya Dengan Serius

Jakarta – Pihak Polda Metro Jaya telah melakukan pemanggilan terhadap Calon wakil gubernur Sandiaga Salahudin Uno terkait atas kasus dugaan penggelapan tanah. Mengenai hal itu, Sandiaga menyikapi serius seluruh pemanggilan kepadanya terhadap sejumlah kasus yang ikut menyeret namanya tersebut.

Berbeda Dengan Anies, Sandiaga Menyikapi Pemanggilan Dirinya Dengan Serius

Sandiaga Uno

“Saya menyikapi seluruh pemanggilan kasus itu sebagai sesuatu yang serius. Tapi memang banyak yang menganggap ini lucu, karena ini baru dilaporkan seminggu yang lalu sudah langsung diproses,” ujar Sandiaga di Jalan Bangka IX RT 08 RW 10 Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Menurut Sandiaga, dirinya tidak ingin mempermasalahkan dan berburuk sangka terkait dengan kasusnya yang diproses begitu cepat tersebut. Meski banyak yang mempertanyakan kasus yang dilaporkan oleh calon gubernurnya, Anies Rasyid Baswedan, yang belum ditangani oleh pihak kepolisian hingga saat ini.

“Sementara yang Mas Anies sampaikan ke saya kasus-kasus yang dia laporkan sudah sebulan lebih tidak ditindaklanjuti sama sekali. Dan ada yang menganggap lucu. Kalau saya menganggapnya serius, saya menganggapnya ini mungkin bentuk apresiasi pihak kepolisian untuk bergerak cepat sesuai dengan ritme Pilkada ini,” kata Sandiaga.

Sandiaga melanjutkan bahwa dirinya meyakini jika tidak pernah melakukan pelanggaran hukum. Bahkan dirinya dengan tegas mengatakan bahwa tidak pernah mengambil hak orang lain dalam menjalankan usaha.

“Dan menurut saya, saya yakin seyakin-yakinnya, haqqul yakin bahwa saya tidak melakukan pelanggaran hukum, tidak pernah dalam melakukan kegiatan usaha itu mengambil hak-hak orang lain. Saya betul-betul ikhlas kalau dalam menjalankan semua mulai dari usaha saya,” imbuh Sandiaga.

“Jadi saya yakinkan kepada teman-teman media materi hukumnya biar tim hukm yang menjelaskan, tapi saya haqqul yaqin bahwa apa yang dituduhkan oleh pelapor itu sangat-sangat tidak berlandaskan asas hukum,” sambung Sandiaga.

Meski banyak diberi tahu akan kasus tersebut, Sandiaga tidak ignin berburuk sangka dengan kasus yang menyeret namanya tersebut. Sandiaga menilai bahwa permasalahan tersebut bukan berupa kasus tindak pidana atau perdata hukum. Kasus tersebut adalah kesalah pahaman diantara dua orang yang telah bersahabat sejak lama.

Baca Juga : Menegangkan, Video Perseteruan Ojek Online vs Sopir Angkot di Bogor

“Saya nggak mau suudzon (buruk sangka), tapi ada yang memberikan informasi bahwa ini kriminalisasi dari politik. Ada yang bilang politisasi daripada sebuah kasus yang sebetulnya bukan tindak pidana atau perdata hukum,” jelas Sandiaga.

“Saya justru ingin jangan proses politik ini malah memisahkan yang tadinya bersahabat, yang tadinya berkeluarga karena berbeda pandangan politiknya,” pungkas Sandiaga.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Jonru Ikut Komentari Insiden Bendera Merah Putih Terbalik

Jonru Ikut Komentari Insiden Bendera Merah Putih Terbalik

Jakarta – Sebuah buku bertajuk souvenir spesial yang dibagikan dalam acara pembukaan SEA Games 2017 ...