Home > Ragam Berita > Nasional > Pledoi Ahok Hari Ini Berjudul Tetap Melayani Meski Difitnah

Pledoi Ahok Hari Ini Berjudul Tetap Melayani Meski Difitnah

Jakarta – Dalam persidangan di aula Kementerian Pertanian, Selasa (25/4/2017), terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membacakan pledoi atau pembelaan. Dalam pledoi sekitar lima halaman tersebut, Ahok mengumpamakan dirinya sendiri sebagai tokoh kartun dalam film ‘Finding Nemo’, Nemo.

Pledoi Ahok Hari Ini Berjudul Tetap Melayani Meski Difitnah

Sidang Ahok

Ketika persidangan mulai, Ahok langsung membacakan pledoi yang ia beri judul “Tetap Melayani Meski Difitnah”. Ahok menegaskan bahwa dirinya adalah seorang korban fitnah, dimana hal tersebut juga diakui jaksa penuntut umum. Hal itu terlihat dalam tuntutan yang tidak menyebutkan dirinya melakukan penistaan atau penodaan agama seperti yang dituduhkan kepadanya selama ini.

Bahkan, warga Kepulauan Seribu tak ada satupun yang merasa terhina lantaran pidatonya yang diduga telah menistakan agama tersebut. Akan tetapi, fitnah itu mencuat usai Buni Yani memunculkan video dengan kata-kata yang provokatif. Dan setelah itu, bermunculan beberapa orang yang tiba-tiba menuntut dirinya.

“Stigma itu bermula dari fitnah tetapi seperti kata ahli propaganda Nazi dusta yang berulabng-ulang akan jadi kebenaran,” katanya.

Ahok mengaku bahwa dirinya diusut persidangan berdasarkan undang-undang zaman Orde Baru, yang tidak jelas siapa yang berhak mewakili agama yang dihina. Selanjutnya, dia menceritakan jika pernah dikunjungi rombongan TK ke Balaikota Jakarta.

“Maka Ahok pun difitnah dan dinyatakan bersalah sebelum pengadilan, diadili oleh hukum yang meragukan dan semua bertepuk tangan saat Ahok kalah di pilkada.”

“Saat itu, saya ditanya oleh anak-anak kenapa suka sekali melawan semua orang,” ujarnya.

Ketika itu, sempat diputarkan film kartun berjudul ‘Finding Nemo’ dengan sang tokoh utama yakni Nemo, ikan kecil bersirip kecil sebelah yang sanggup membantu ikan-ikan lainnya dari upaya penjaringan nelayan. Apabila ikan lain mengikuti arus dan terancam mati karena terjaring, maka Nemo mengajak mereka untuk menerobos arus tersebut.

“Saat itu, Nemo tahu resikonya. Dia ikan kecil di tengah ikan besar. Tapi dia tetap teguh menyelamatkan orang,” ujar Ahok.

“Dan apakah setelah ikan itu bebas, berterima kasih pada Nemo? Tidak. Jadi pelajarannya sekalipun kita dianggap melawan harus kita harus teguh. Kalau yang lain tidak jujur, tidak apa-apa asal kita tetap teguh untuk jujur.”

Sama seperti Nemo, Ahok menegaskan meski dirinya dihujat sedemikian rupa, namun tak mengurungkan niatnya untuk melayani rakyat. Dia juga mengatakan meski tidak ada orang yang berterima kasih padanya atas upayanya selama ini, Ahok tidak keberatan. Asalkan dirinya bisa menyuarakan kebenaran sekalipun hanya dianggap salah.

“Saya cuma ikan kecil Nemo di tengah Jakarta, meski dilupakan tapi saya yakin Tuhan tidak menyia-nyiakan kebaikan yang kita sudah lakukan.”

Baca Juga : Pledoi Ahok Sentil Buni Yani

“Meski saya dicaci dan dihujat karena perbedaan iman, saya akan tetap melayani dengan kasih,” katanya.

“Haruskah dipaksakan saya menghina golongan, atau menodai agama. Padahal tidak ada niat, tidak ada bukti melakukan permusuhan, penghinaan, penyalahgunaan, penodaan agama atau penghinaan suatu golongan,” pungkasnya.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Gerindra Tegaskan Nyatakan Tegaskan Belum Pilih Paslon untuk Pilgub Papua 2018

Gerindra Tegaskan Nyatakan Tegaskan Belum Pilih Paslon untuk Pilgub Papua 2018

Jakarta – Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria memberitahukan bahwa partainya belum memutuskan calon ...