Home > Ragam Berita > Nasional > Pembahasan RUU Pemilu Molor dari Jadwal

Pembahasan RUU Pemilu Molor dari Jadwal

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini sedang menyiapkan segala keperluan Pemilu Serentak 2019. Namun, lembaga tersebut harus bekerja keras. Sebab, RUU Pemilu yang semestinya dibahas 28 April 2017 molor.

Pembahasan RUU Pemilu Molor dari Jadwal

“Nah, kalau terus molor, persiapan pun makin terhambat,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

“KPU pun tentu harus bekerja lebih keras,” tambahnya.

Arief menjelaskan, pembahasan tersebut awalnya ditargetkan rampung pada akhir 2016. Namun, jadwalnya molor pada Februari 2017, April 2017, hingga Mei 2017.

Selain itu, KPU pun harus merampungkan Peraturan KPU (PKPU). Sebab, itu adalah turunan dari undang-undang. PKPU pun harus diinformasikan kepada penyelenggara dan peserta pemilu.

Baca juga: Kemendagri Diminta Bikin Edaran Penyusunan Anggaran Minimum Pilkada

Dengan demikian, tahap pemilu mungkin besar tidak bisa dilangsungkan pada Juni 2017. “Sebenarnya, jika pemilu dilakukan April, tahapnya harus dimulai pada Mei-Juni. Tapi, kalau Mei baru selesai, jadwal tersebut tidak mungkin terealisasi,” kata dia.

Sementara itu, Arief pun tidak dapat memastikan tahap tersebut dapat dimulai. Mungkib besar, itu dilakukan tiga bulan setelah RUU Pemilu disahkan. Sebab, beberapa persiapan perlu dilakukan. Misalnya, penyusunan anggaran dengan menggunakan regulasi baru. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ridwan Kamil Tegaskan Terus Menyanmakan Presepsi dengan Partai

Ridwan Kamil Tegaskan Terus Menyanmakan Presepsi dengan Partai

Bandung – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil membantah anggapan yang menyebutkan komunikasi politiknya yang buruk ...