Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan penelusuran untuk mengetahui kemungkinan pihak tertentu membantu pelarian tersangka KPK, Miryam S Haryani, dari pemeriksaan KPK.

KPK Selidiki Kemungkinan Pihak Lain Bantu Pelarian Miryam

Hal ini diungkapkan oleh penyidik KPK Tessa Mahardika, sesaat setelah proses serah terima tersangkan dari Polda Metro Jaya kepada KPK.

“Pihak-pihak yang patut dikenai Pasal 21 masuk dalam pertimbangan kami, tapi fokus kami lebih dulu untuk menyelesaikan perkara inti Ibu Miryam,” ujar Tessa dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Senin (1/5/2017).

Dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menyatakan bahwa setiap orang yang menghalangi penyidikan dapat dikenai sanksi pidana. Ancaman hukumannya paling ringan tiga tahun, sedangkan paling berat 12 tahun penjara.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, saat polisi menangkap Miryam di sebuah hotel di kawasan Kemang, Jakarta, Iryam sedang bersama salah satu kerabatnya. Miryam juga mengaku sedang menunggu rekannya.

“Siapa saja yang bantu, tentunya kami sudah menginterogasi Ibu MSH. Kami dapatkan beberapa info yang akan kami sampaiakn pada KPK,” kata Argo.
(samsul arifin – harianindo.com)