Home > Ragam Berita > Nasional > KPK Tegaskan Penetapan Setnov sebagai Tersangka Tidak Terkait Manuver Pansus Angket

KPK Tegaskan Penetapan Setnov sebagai Tersangka Tidak Terkait Manuver Pansus Angket

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012 di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Saat proyek ini bergulir, Novanto merupakan Ketua Fraksi Golkar di DPR.

KPK Tegaskan Penetapan Setnov sebagai Tersangka Tidak Terkait Manuver Pansus Angket

Setya Novanto

Penetapan Novanto sebagai tersangka dilakukan KPK di tengah serangan DPR yang gencar dilakukan melalui Pansus Hak Angket. Ketua KPK, Agus Rahardjo memastikan penetapan tersangka terhadap Novanto ini tak terkait dengan manuver yang dilakukan Pansus Angket.

“(Penetapan tersangka Novanto) ini sama sekali tidak terkait dengan Pansus yang sekarang bekerja,” kata Agus dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Agus kembali menegaskan, KPK tidak terpengaruh dengan manuver-manuver yang dilakukan Pansus Angket. Dikatakan, KPK hanya fokus bekerja memberantas korupsi, termasuk menuntaskan kasus-kasus korupsi seperti e-KTP.

Baca juga: KPK: Setnov Diduga Ikut Mengtur Anggaran Dana Lelang E-KTP

“Dari sisi itu kami dengan pansus sebagaimana saya sampaikan beberapa kali, satu-satunya cara adalah KPK percepat kerjanya, meningkatkan performance, untuk menunjukkan ke masyarakat kita tidak terpengaruh dengan (Pansus Angket) itu,” tegasnya.

Agus menyatakan, pihaknya tidak mungkin meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan dan menetapkan Setnov, sapaan Novanto tanpa bukti permulaan yang kuat. Untuk itu, KPK meminta semua pihak mengikuti dan mengawal kasus ini hingga proses pembuktian di persidangan.
“Proses berikutnya kami serahkan ke pengadilan dan KPK akan membawa alat-alat bukti yang diperlukan dalam proses itu untuk meyakinkan majelis hakim dan masyarakat untuk meyakinkan bahwa kami berjalan di track yang betul itu saja,” katanya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ketua DPRD DKI AHeran Biaya Renovasi Kolam 8x4 Meter Butuh Rp 620 Juta

Ketua DPRD DKI Heran Biaya Renovasi Kolam 8×4 Meter Butuh Rp 620 Juta

Jakarta – Prasetyo Edi Marsudi selaku Ketua DPRD DKI Jakarta akhirnya angkat suara lantaran terdapat ...