Home > Ragam Berita > Nasional > Pelaku Pembakar Sekolah di Palangka Raya Lakukan Ritual Sebelum Beraksi

Pelaku Pembakar Sekolah di Palangka Raya Lakukan Ritual Sebelum Beraksi

Jakarta – Kasus pembakaran sekolah-sekolah SD di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, saat ini masih diselidiki polisi. Hasil pemeriksaan sementara sejauh ini menemukan fakta bahwa pelaku melakukan ritual sebelum menjalankan aksinya.

Pelaku Pembakar Sekolah di Palangka Raya Lakukan Ritual Sebelum Beraksi

Martinus Sitompul

“Sebelum melakukan aksinya, dilakukan acara ritual di rumah Betang agar timbul keberanian dan tidak mengaku kalau tertangkap,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, Rabu (06/09/2017).

Martinus mengatakan h=bahwa tersangkanya adalah Yansen Binti (YB) memberi imbalan yang bervariasi antara Rp 20 juta-Rp 120 juta untuk kaki tangannya per sekolah yang dibakar.

“Koordinator aksi pembakaran adalah Nora dan yang diduga sebagai orang yang menyuruh adalah saudara Yanses Binti. Sementara sopirnya atas nama Agit menyiapkan bahan-bahan untuk membakar,” jelasnya.

Martinus mengungkapkan bahwa tersangka Nora terlebih dahulu memetakan target sekolah-sekolah yang akan dibakar. Aksi pembakaran dilakukan saat sekolah sepi.

Baca juga : Polisi Sayangkan Pembakaran Sekolah Oleh Politisi Gerindra

“Pelaku menggulungkan kain atau handuk kemudian disiran bahan bakar kemudian dilempar melalui jendela ke dalam kelas. Pelaku menusuk menggunakan kayu ke plafon dan ditempelkan ke rak-rak yang ada bukunya atau bahan-bahan yang mudah terbakar sehingga api dapat menjalar dengan cepat,” terangnya.

Martinus mengungkapkan motif pelaku yang terungkap sejauh ini adalah pembakaran dilakukan untuk mendapat proyek dari Gubernur Kalimantan Tengah.

“Saat proses perencanaan yang dilakukan di Gedung KONI, saudara YB menyampaikan kepada tersangka yang lainnya bahwa gubernur saat ini sudah tidak memperhatikan lagi kita. Agar kita diperhatikan maka harus melakukan pembakaran. Yang harus dibakar adalah Gedung SD Negeri sebanyak 10 tempat,” bebernya.

“Kejadian ini dimulai 4 Juli 2017 sampai 30 Juli 2017. Dari 10 SD yang ditarget, sudah sebanyak 7 SD yang dibakar. Kenapa enggak berhasil semua dibakar karena para pelaku keburu ditangkap. Ada yang awal Juli sudah ada yang ditangkap,” sambungnya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Jokowi : Pembebasan Lahan Menjadi Kendala Utama Pembangunan

Jokowi : Pembebasan Lahan Menjadi Kendala Utama Pembangunan

Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan, telah mendapatkan kunci utama penghambat pembangunan tol. Berdasarkan hasil ...