Home > Ragam Berita > Nasional > PKS Berharap Kasus Rohingya Sampai ke Mahkamah Internasional

PKS Berharap Kasus Rohingya Sampai ke Mahkamah Internasional

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginginkan kasus kemanusiaan etnis Rohingya yang terusir dan mengalami tindak kekerasan di Myanmar dapat diajukan ke Mahkamah Internasional.

PKS Berharap Kasus Rohingya Sampai ke Mahkamah Internasional

“Selain kasus Rohingya harus dibawa ke Mahkamah Internasional, kami juga ingin menekan Myanmar memberikan status kependudukan resmi bagi etnis Rohingya,” kata Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) PKS Sukamta pada Jumat (15/9/2017).

Sukamta yang juga merupakan anggota Komisi I DPR RI itu juga mengingatkan bahwa PKS bersama sejumlah ormas Islam bakal menggelar aksi membela etnis Rohingya, Sabtu (16/9), karena pemerintahan Myanmar hingga Kamis belum bergeming meski masyarakat internasional mendesaknya untuk menghentikan kekerasan dan pengusiran Rohingya.

Sukamta memperkirakan ada sekitar 150 ribu massa aksi yang ikut berpartisipasi dalam Aksi Bela Rohingya. Dengan jumlah massya yang relatif besar, ia mengutarakan harapannya agar aksi itu diliput baik media nasional maupun internasional yang menyajikan informasi yang tepat agar dapat menjadi efek domino bagi negara lain.

Baca juga: Pansus Tegaskan RUU Terorisme Bakal Diresmikan sebagai UU pada Tahun Ini

“PKS dan ormas-ormas Islam akan fokus dengan tuntutan yang kami ajukan, tetapi juga menghargai upaya pemerintah sekarang yang sedang berusaha melalui jalur diplomasi,” tutupnya.

Selain PKS, ormas-ormas Islam yang turut berpartisipasi antara lain Mathlaul Anwar, Ikadi, Cahaya Islam Mathlaul Anwar, AQL Peduli, Jamiat Kheir, Pemuda DDII, Al – Ittihadiyah, Pemuda PUI, Forsitma, Salimah, Wanita Islam, JPRMI, FPI dan ormas Islam lainnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Alumni 212 Bersiap Gelar Aksi 299 di Gedung DPR

Alumni 212 Bersiap Gelar Aksi 299 di Gedung DPR

Jakarta – Kabar mengenai Aksi turun ke jalan yang akan dilakukan pada Jumat besok akan ...