Home > Ragam Berita > Internasional > Thailand dan Cina Jalin Kerja Sama di Bidang Militer

Thailand dan Cina Jalin Kerja Sama di Bidang Militer

Bangkok – Lembaga teknologi pertahanan Thailand berencana membangun kerja sama dengan Cina untuk memproduksi peralatan militer. Ini menandakan menguatnya kerja sama kedua negara sejak kudeta militer di Thailand pada 2014.

Thailand dan Cina Jalin Kerja Sama di Bidang Militer

Kedua negara juga berencana membangun fasilitas pertahanan bersama. Ini termasuk adanya diskusi untuk membangun pusat angkatan laut Cina untuk melayani kapal selam yang dipesan Thailand dari negara itu pada tahun ini.

“Ini menunjukkan semakin jelasnya kehadiran militer Cina di wilayah sekutu terlama Amerika Serikat ini dan wilayah lain di Asia Tenggara,” begitu sebagaimana diberitakan Reuters pada Kamis (16/11/2017).

Institut Teknologi Pertahanan milik pemerintah Thailand akan membangun fasilitas pertahanan komersial bersama Cina pada Juli tahun depan. Fasilitas ini akan dibangun di Provinsi Khon Kaen, yang terletak di kawasan timur laut Thailand.

Fasilitas teknologi pertahanan ini akan bertanggung jawab untuk melakukan proses perakitan, produksi, dan pemeliharaan semua sistem pertahanan darat untuk angkatan darat Thailand.

“Semua kegiatan produksi ini ditujukan untuk kepentingan domestik,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Kongcheep Tantravanich.

Kongcheep mengatakan fasilitas ini nantinya juga bisa melayani semua kegiatan perakitan dan perawatan peralatan pertahanan bagi semua negara ASEAN, yang berjumlah sepuluh negara.

Kedua negara akan membicarakan detail kerja sama ini lebih jauh, termasuk dengan perusahaan North Industries Corporation milik Cina. Perusahaan Norinco ini dikenal sebagai pembuat tank dan sejumlah sistem persenjataan. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Netizen Tanggapi Unggahan Video Sandiaga Uno Soal Sisi Lain Kondisi Yerusalem

Netizen Tanggapi Unggahan Video Sandiaga Uno Soal Sisi Lain Kondisi Yerusalem

Jakarta – Kebijakan sepihak yang telah diputuskan oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat atas ...