Home > Ragam Berita > Nasional > Pengamat Nilai Pengalihan Impor Beras Melalui Bulog Adalah Langkah Yang Tepat

Pengamat Nilai Pengalihan Impor Beras Melalui Bulog Adalah Langkah Yang Tepat

Jakarta – Pengamat Pertanian Dwi Andreas menilai, beras yang diimpor melalui Bulog akan lebih cepat sampai ke masyarakat dibandingkan melalui PPI, dengan selisih waktu sekitar dua pekan.

Pengamat Nilai Pengalihan Impor Beras Melalui Bulog Adalah Langkah Yang Tepat

Pengamat Nilai Pengalihan Impor Beras Melalui Bulog Adalah Langkah Yang Tepat

Menurut perhitungan, impor beras baru melalui PPI akan sampai kepada masyarakat paling cepat akhir bulan Februari 2018. Keputusan pengalihan tersebut menurut banyak pengamat adalah keputusan yang tepat.

“Bulog mungkin agak lebih cepat walaupun perkiraan saya tetap antara pertengahan sampai akhir Februari lah beras tersebut baru sampai ke masyarakat,” terang Andreas, Senin (15/01/2018).

Baca juga : Cagub Jateng Dari Gerindra Kritisi Kebijakan Impor Beras

PPI perlu bekerja sama dan mengumpulkan pihak swasta untuk menyimpan stok beras tersebut. Sementara itu, Bulog memiliki kapasitas untuk melakukan impor karena sudah memiliki gudangnya sendiri untuk menyimpan stok beras impor tersebut.

“Itu secara proseduralnya akan menghambat lagi prosesnya. Kalau PPI melakukan ini paling cepat akhir Februari beras itu terdistribusi ke konsumen karena harus melalui banyak tangan itu,” imbuhnya.

“Sekarang kan Perum Bulog tangannya satu, dia bisa melakukan semuanya dan tidak perlu ada tangan lainnya yang melakukan itu. Dia memiliki kapasitas untuk mengimpor, memiliki pergudangan, jaringan distribusinya, sudah berpengalaman dalam operasi pasar,” Paparnya.

Ia pun menilai, Bulog dapat dipercaya untuk urusan impor beras, kendati sebelumnya pemerintah sempat beralasan impor beras melalui Bulog dapat menimbulkan kecurigaan beras tersebut dioplos.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Jusuf Kalla Kecam Aksi Politik Bermodus Bagi-Bagi Takjil

Jusuf Kalla Kecam Aksi Politik Bermodus Bagi-Bagi Takjil

Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengecam aksi politik bermodus bagi-bagi takjil dengan ...