Home > Ragam Berita > Nasional > PBNU Minta Warga Tetap Tenang Menyikapi Penyerangan Gereja di Yogyakarta

PBNU Minta Warga Tetap Tenang Menyikapi Penyerangan Gereja di Yogyakarta

Jakarta – Beberapa waktu yang lalu, telah terjadi insiden kekerasan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaku insiden yang terjadi pada Ahad (11/2/2018) pagi tersebut, diketahui seseorang yang bernama Suliyono.

PBNU Minta Warga Tetap Tenang Menyikapi Penyerangan Gereja di Yogyakarta

Terkait aksi tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing, dan tidak terprovokasi dengan hal tersebut.

“Mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing serta tidak terprovokasi. Kita harus selalu menghormati dan memercayakan proses hukum pada aparat penegak hukum,” ujar Helmy, Ahad (11/2/2018) lewat keterangan tertulisnya.

Berikut ini beberapa pernyataan sikap yang dilontarkan oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini :

1. Mengutuk dan mengecam tindakan penyerangan yang melukai Pastur dan jemaah gereja. Tindakan penyerangan dan juga kekerasan, bukanlah bagian dari ajaran agama dan keyakinan apapun. Islam mengecam tindakan kekerasan. Apalagi jika hal tersebut dilakukan di dalam rumah-rumah ibadah. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Ibnu Abbas mengatakan, “Adalah Rasulullah SAW setiap kali mengutus bala tentaranya, maka beliau berpesan: ‘Berangkatlah dengan Nama Allah, perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah. Dan janganlah kalian curang, jangan mencuri harta rampasan, dan jangan membunuh orang-orang yang berada di dalam gereja.” (HR. Ahmad, At-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Bizar, dan Ibnu Abi Syaibah dan lainnya)

2. Mengapresiasi langkah sigap aparat kepolisian yang segera bertindak dan meringkus pelaku penyerangan. Kami mendorong aparat untuk mengusut tuntas tindakan kekerasan tersebut. Aparat harus mengusut tuntas sekaligus mengungkap apa motif yang melatarbelakangi penyerangan tersebut.

3. Mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing serta tidak terprovokasi. Kita harus selalu menghormati dan memercayakan proses hukum pada aparat penegak hukum.

4. Mendorong tokoh dan pemuka agama untuk menyampaikan pentingnya tenggang rasa, tepo sliro, dan toleran terhadap sesama. Utamanya mendorong untuk menghargai perbedaan.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan dan perlindungan kepada kita semua,” tandas Helmy.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

Prabowo Yakin Rakyat Bakal Sadar Akan Ketidakberesan Ekonomi

Prabowo Yakin Rakyat Bakal Sadar Akan Ketidakberesan Ekonomi

Jakarta – Prabowo Subianto sempat singgung kondisi perekonomian Indonesia saat dirinya menyapa relawan emak-emak di ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135