Home > Ragam Berita > Nasional > GP Ansor Menyebut HTI Bukan Organisasi Dakwah, Tapi Partai Politik

GP Ansor Menyebut HTI Bukan Organisasi Dakwah, Tapi Partai Politik

Jakarta – Sidang lanjutan gugatan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Kamis kemarin kembali di gelar oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Dalam sidang tersebut, hadir tiga saksi ahli dimana salah satunya ialah Nuruzzaman.

GP Ansor Menyebut HTI Bukan Organisasi Dakwah, Tapi Partai Politik

Saat ditanya Hakim, Nuruzzaman menjawab bahwa “Mereka menyatakan diri sebagai partai politik,”

Tak berhenti sampai disitu, dirinya juga mengungkapkan bukti lain bahwa HTI merupakan organisasi politik yakni dilihat dari cita-cita mereka yang ingin mendirikan khilafah islamiyah. Menurutnya, mereka akan mengambil kekuasaan dengan mengudeta karena mereka tidak mau mengikuti sistem politik di Indonesia.

Pria yang juga menjabat sebagai Komandan Detasemen Khusus 99 Banser ini mengatakan bahwa “Pernyataan Taqiyuddin an-Nabhani sendiri tentang tiga tahap dakwah HT, yaitu merekrut kader, menyosialisasikan khilafah, dan merebut kekuasaan,”

Kang Zaman mengatakan, jika masih ada yang mengampanyekan paham khilafah, masyarakat harus melaporkan ke kepolisian.

“Sebagai wacana, khilafah boleh jadi bahan diskusi, tetapi kalau dikampanyekan sebagai gerakan politik maka harus dibubarkan dan diberi sanksi hukum karena melakukan pembangkangan ideologi negara,” tegasnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

Moeldoko: Dosen Asing Bakal Didatangkan untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Moeldoko: Dosen Asing Bakal Didatangkan untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan rencana mendatangkan dosen asing untuk peningkatan kualitas pendidikan ...