Home > Ragam Berita > Nasional > PTUN DKI Tolak Gugatan Partai Idaman Terkait Putusan KPU

PTUN DKI Tolak Gugatan Partai Idaman Terkait Putusan KPU

Jakarta – Majelis hakim pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak gugatan yang diajukan Partai Idaman terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan partai itu tidak lolos Pemilu 2019.

PTUN DKI Tolak Gugatan Partai Idaman Terkait Putusan KPU

Sekretaris Jenderal Partai Idaman Ramdansyah mengatakan, meski menyayangkan, pihaknya dapat menerima putusan tersebut. Dia mengatakan, partainya telah melakukan perjuangan hak partai sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Kita sudah berjuang secara konstitusional, baik ke MK maupun ke PTUN. Jadi, artinya kita sudah melakukan ini dalam koridor hukum. Tentu saja kita terima putusan tersebut,” ujar Ramdansyah kepada Kompas.com, Selasa (10/4/2018).

Di sisi lain, Ramdansyah menegaskan, partainya tetap akan merayakan pesta demokrasi mendatang, yakni Pilkada Serentak 2018. Partai Idaman telah menyatakan sejumlah dukungannya kepada pasangan calon kepala daerah, seperti di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Kita ikut serta dalam pesta demokrasi, ke calon kepala daerah seperti Jawa tengah dan Jawa Timur. Jawa Timur dengan pasangan Khofifah-Emil, Jawa Tengah dengan Sudirman Said-Ida Fauziah, bahkan di beberapa kabupaten kita sudah siap jadi partai pendukung,” ujarnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Imbau Polda Metro Jaya Beri Izin Pedagang Pasar Tasik Berjualan di Bongkaran

Dia meminta kepada seluruh kader baik di tingkat pengurus daerah dan pengurus cabang untuk terus melanjutkan perjuangan dalam memberikan dukungan kepada peserta Pilkada 2018 pilihan partai.

“Kalau sudah ada yang bergeser (pindah), ya silakan hormati preferensi politik masing-masing,” katanya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ini Daftar Nama 26 Pihak Yang Diduga Ikut Diuntungkan Dalam Kasus Korupsi e-KTP

Ini Daftar Nama 26 Pihak Yang Diduga Ikut Diuntungkan Dalam Kasus Korupsi e-KTP

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak akan berhenti mengusut dan mengembangkan kasus korupsi ...