Home > Ragam Berita > Nasional > Polisi Kembali Menangkap Akun Penyebar Provokasi, Salah Satunya Seorang Dosen

Polisi Kembali Menangkap Akun Penyebar Provokasi, Salah Satunya Seorang Dosen

Medan – Pihak kepolisian kembali menangkap dua orang pemilik akun media sosial yang diduga telah menuliskan kata-kata provokasi dalam postingannya. Salah satu diantaranya berprofesi sebagai seorang dosen di Universitas Sumatera Utara (USU).

Polisi Kembali Menangkap Akun Penyebar Provokasi, Salah Satunya Seorang Dosen

Polisi Kembali Menangkap Akun Penyebar Provokasi, Salah Satunya Seorang Dosen

Dilansir Jawapos, Senin (21/05/2018), dosen USU tersebut diketahui bernama Himma Dewaiana Lubis. Keseharian Himma mengajar di Departemen Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya USU.

Himma ditangkap oleh petugas Subdit Cybercrime Polda Sumut di kediamannya di Jalan Melinjo II, Sabtu (19/05/2018). Himma ditangkap lantaran mengunggah status yang dikaitkan dengan tragedi bom Surabaya.

Polisi Kembali Menangkap Akun Penyebar Provokasi, Salah Satunya Seorang Dosen

Postingan Himma

“Skenario pengalihan yg sempurna #2019gantipresiden,” tulis Himma dalam sebuah gambar yang di posting di laman facebook diduga miliknya beberapa waktu lalu.

Baca juga : Ketujuh Jenazah Teroris Surabaya Akhirnya Dimakamkan Di Sidorajo

Penangkapan Himma dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Himma menulis postingan itu karena terbawa emosi. Ditambah, tagar 2019 ganti presiden yang sedang marak di media sosial.

“Himma ditangkap karena dua postingan di akun facebook miliknya memuat ujaran kebencian,” kata Tatan, Mingu (20/05/2018).

Himma juga merasa kecewa dengan pemerintahan di bawah komando Presiden Joko Widodo saat ini. Menurut dia naiknya harga kebutuhan, tidak sesuai dengan janji pemerintah saat kampanye 2014 lalu.

“Penyidik telah memeriksa saksi dan menyita barang bukti berupa handphone dan SIM card milik pelaku. Polisi juga telah melakukan digital forensik terhadaphandphone Himma dan mendalami motif lain terkait pemostingan ujaran kebencian yang dimaksud,” tukas mantan Wakapolrestabes Medan itu.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

KPK Geledah 10 Lokasi Terkait Kasus Dugaan Suap Perizinan Proyek Meikarta

KPK Geledah 10 Lokasi Terkait Kasus Dugaan Suap Perizinan Proyek Meikarta

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah 10 lokasi, termasuk kediaman bos Lippo Group ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135