Jakarta – Keputusan Pemerintah untuk mengkaji perihal pembebasan bersyarat terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir (ABB) diteruskan Fahri Hamzah yabng mana dirinya menduga dunia internasional tidak akan menerima pembebasan Ba’asyir.

Fahri Hamzah Menduga Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Ditentang Dunia Internasional

Saat ditemui di Kompleks Parlemen hari ini, dirinya menuturkan bahwa “Dugaan saya dunia internasional tidak menerima baik, sebab sudah kadung citranya ABB ini di luar dicitrakan sebagai gembong paling dalam dari Jamaah Islamiyah,”

“Tapi biarkan risiko ditanggung pemerintah. Yang penting yang pertama tadi, jika apakah kewenangannya itu sudah melalui proses yang benar sebagaimana diatur UU,” sebut Fahri.

Namun Fahri juga memiliki pertanyaan perihal instrumen apa yang bakal dipakai pemerintah untuk pembebasan bersyarat Ba’asyir. Menurutnya, pemerintah perlu meminta pertimbangan DPR dan Mahkamah Agung terkait persoalan ini.

“Saya nggak tahu instrumennya apa ya, karena kan instrumen presiden dalam membebaskan ada grasi, amnesti, rehabilitasi, yang masing-masing ada peraturan teknisnya. Tapi semua itu memerlukan pertimbangan DPR dan MA,” sebut Fahri.

“Kita mau mendengar juga dari pemerintah instrumen apa yang digunakan untuk melakukan membebaskan. Sebab, dalam rezim UU baru kita pasca-amendemen keempat konstitusi, presiden tidak diberi hak mutlak lagi atas instrumen yang di luar kewenangan eksekutif karena ini kan sebenarnya wilayahnya yudikatif ya, karena telah diputuskan oleh pengadilan,” beber Fahri.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)