Bogor – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor Raya Iyus Khaerunnas ditangkap polisi pada Jumat (17/5/2019) oleh anggota dari Kepolisian Resor Bogor Kota.

Inilah Alasan Polisi Menciduk Ketua GNPF Ulama Bogor

ilustrasi

Iyus disangka melanggar Pasal 45 A ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 atau Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dan atau pasal 160 KUHPidana.

Kuasa Hukum Iyus, Beni Mahyudin, mengatakan, kliennya itu ditangkap atas dugaan seruan jihad dan berbicara soal komunisme yang viral di media sosial. Menurut Beni, Iyus ditangkap karena berbicara mengenai komunisme dan jihad dalam video yang viral di media sosial.

“Iya benar. Ustaz Iyus ditangkap Jumat siang (kemarin) sekitar jam 2 di rumahnya abis ngisi ceramah,” kata Beni pada Sabtu (18/5/2019).

Beni menuturkan, dalam video yang beredar, kliennya berbicara soal jihad. Namun, sambung Beni, kata jihad yang dimaksud itu bukan dalam arti perang melainkan jihad konstitusi.

Berdasarkan keterangan kliennya, lanjut Beni, terdapat video yang terpenggal ketika Iyus menjelaskan masalah jihad. “Status sudah jadi tersangka langsung pada saat sedang di BAP jam 7 tadi malam,” ungkapnya.

Dia mengaku, pihaknya pun belum mengetahui siapa yang memviralkan video tersebut. Yang jelas, lanjut Beni, video itu sudah viral sejak dua hari lalu.

“Karena statusnya sudah tersangka, kami akan upayakan semaksimal mungkin untuk klien kami,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)