Jakrta- Telah viral video Ustaz Rahmat Baequni dalam ceramahnya yang menyebutkan bahwa penyebab meninggalnya anggota KPPS karena diracuni. Bahkan ia melakukan klim bahwa pernyataan yang ia sampaikan teruji secara ilmiah dan dapat dibuktikan dengan uji laboratorium.
Video dengan durasi 02.08 menitb itu beredar luas di twitter. Belum ada penjelasan lebih lanjut dimana tepatnya Baequni memberikan ceramah tersebut.


Merespons hal itu, Kasubdit II Siber Bareskrim Polri Kombes Ricyknaldo Chairul menyatakan bahwa polisi akan melakukan penyelidikan terkait muatan pernyataaan Baequni.
“Sudah dibuat laporan infonya. Sedang dianalisa tim hukum,” kata Rickynaldo kepada kumparan, Selasa (18/06).
Pernyataan Baequni sangat bertoalk belakang dengan fakta yang ada di lapangan, bahwasannya anggota KPPS meniggal karena sakit dan kelelahan. Kemenkes juga memperkuat dugaan tersebut.
Sebelumnya Menteri Kesehatan Nila Moeloek telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan untuk melakukan audit secara medis untuk mengetahui penyebab banyak KPPS meninggal dunia.

Dari identifikasi sementara yang dilakukan, Nila Moeloek menyatakan bahwa ada sejumlah penyebab yang membuat gugurnya para petugas KPPS tersebut, yaitu disebabkan oleh kecelakaan hingga penyakit yang sudah diderita oleh petugas KPPS tersebut.
“Kematian ini 51 persen disebabkan oleh penyakit kardiovaskular atau jantung, termasuk di dalamnya ada stroke, termasuk infat atau sudden death,” kata Nila usai menghadiri diskusi di KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/05).
“Kalau ditambah dengan hipertensi, yaitu 53 persen. Jadi hipertensi ini yang emergency juga bisa menyebabkan kematian. Kita masukkan ke dalam kardiovaskuler,” jelasnya.


Ia menambahkan, penyebab lainnya juga dikarenakan oleh gangguan pernafasan yang disebabkan penyakit asma. Sementara, untuk kasus kecelakaan, Nila menyebut terjadi sekitar 9 persen saja.
“Kematian tertinggi juga disebabkan oleh gagal pernafasan atau respiratori, kemudian bisa disebabkan asma. Ketiga disebabkan kecelakaan sebesar 9 persen. Ada gagal ginjal, diabetes melitus dan penyakit liver,” jelasnya.
Secara umum Nila memperkirakan bahwa terkait dengan penyakit sebelumnya yang dimiliki KPPS. Diluar hal tersebut, faktor lainnya adalah beban kerja yang berat sebagai petugas KPPS. Mereka harus menghitung dan merekap suara hingga lewat tengah malam, dan sesuai aturan tidak boleh dijeda. (Hari-harianindo.com)