Jakarta – Menanggapi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut Pergub Nomor 206 Tahun 2016 yang diterbitkan di eranya sebagai dasar penerbitan IMB di pulau reklamasi, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok angkat suara. Menurutnya, Anies pintar omong saja.

Meski sempat malas dengan sejumlah pernyataan Anies yang menyeret namanya terkait penerbitan IMB. Ahok kini berkomentar jika penerbitan IMB bisa dilakukan hanya berdasarkan pada pergub tersebut, maka ia bisa saja menerbitkan IMB pulau reklamasi dari dulu.

“Aku udah malas komentarinya. Kalau pergub aku bisa terbitkan IMB reklamasi, udah lama aku terbitkan IMB. Kan aku pendukung reklamasi untuk dapatkan dana pembangunan DKI yang bisa capai di atas Rp 100-an triliun dengan kontribusi tambahan 15 persen NJOP setiap pengembang jual lahan hasil reklamasi. Anies kan anti-reklamasi dan gubernur paling hebat berani lawan putusan kasasi PTUN soal reklamasi,” ucap Ahok pada Rabu (19/06/2019).

Baca Juga: Soal Pergub Reklamasi, Anies Lempar Pertanyaan ke Ahok

Berdasarkan penuturan Ahok, sebenarnya IMB di pulau tersebut pada saat itu tidak bisa terbit karena tidak ada perda yang menjadi dasar hukum. Ia mengaku heran mengapa Pergubnya bisa dijadikan sebagai dasar penerbitan IMB. Ia pun juga sempat menyebut kewajiban 15 persen dari NJOP bagi pengembang.

“Sekarang karena gubernurnya pintar ngomong, Pergub aku udah bisa untuk IMB reklamasi tanpa perlu perda lagi yang ada kewajiban 15 persen dari nilai NJOP dari pengembang untuk pembangunan DKI. Anies memang hebat bisa tidak mau 15 persen buat bangun DKI? Sama halnya dengan oknum DPRD yang menolak ketuk palu perda karena pasal 15 persen kontribusi tambahan?” imbuh Ahok.

Dalam kesempatan sebelumnya, Anies mengatakan bahwa Pergub yang diterbitkan oleh gubernur sebelumnya sebagai dasar penerbitan IMB. Anies pun juga mempertanyakan alasan Ahok menerbitkan pergub tersebut. Umumnya, menurut Anies, pulau reklamasi diatur oleh Perda bukan Pergub. (Elhas-harianindo.com)