Bandung – Menanggapi kabar Rahmat Baequni yang resmi ditetapkan sebagai tersangka penyebaran hoaks, Ridwan Kamil berharap Rahmat mampu bertanggungjawab atas perbuatannya tersebut. Sebelumnya, dalam video ceramahnya disebutkan bahwa Rahmat mengklaim meninggalnya sejumlah petugas KPPS karena diracun.

“Masing masing punya cara pandang, tapi di setiap yang kita lakukan harus kita pertanggungjawabkan,” kata Ridwan Kamil di DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (24/06/2019).

Sebelum terjerat kasus kabar lancung, Rahmat Baequni sempat berdebat dengan Gubernur Jawa Barat perihal desain masjid Al Safar. Masjid yang dirancang Ridwan Kamil tersebut dituding menyerupai bentuk segitiga iluminati oleh Rahmat.

Baca Juga: Singgung Rahmat Baequni, Gus Sahal: “Ustaz Model Gini Bisa Juga Disebut Ustaz Busuk”

Perihal kasus yang menjerat Rahmat Baequni, gubernur yang akrab disapa Emil tersebut tak mau berkomentar lebih jauh.

“Tinggal dijelaskan di hadapan hukum yang dimaksud seperti apa dan biarkan juga hukum yang menjadi referensi dalam menyelesaikan. Saya kira itu, saya tidak bisa menafsir terlalu jauh,” ujar Emil.

Polda Jawa Barat sebelumnya menetapkan Rahmat Baequni sebagai tersangka penyebaran video hoaks. Meskipun demikian, Rahmat terlihat meninggalkan kantor Polda pada Jumat (21/06/2019) malam. Menurut kuasa hukumnya, Rahmat memang tidak ditahan.

“Enggak, enggak ditahan. Jadi ini bukan penangguhan. Barusan saya bersurat ke Polda, rujukannya ke Krimsus untuk meminta tidak ditahan. Statusnya kan sudah tersangka tapi minta tidak ditahan,” kata Hamynudin Fariza, pengacara Rahmat, pada Jumat (21/06/2019). (Elhas-harianindo.com)