JAKARTA — Nelayan Teluk Jakarta merasa ditikam dari belakang oleh Gubernurnya sendiri, Anies Baswedan, perihal penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) di Pulau C dan D Reklamasi. Nelayan Teluk Jakarta menyatakan bahwa pernah berjanji menolak reklamasi dalam kampanyenya saat Pilkada Jakarta.

“Padahal janjinya dulu waktu kampanye menolak reklamasi, sekarang malah menerbitkan IMB dan melanjutkan reklamasi,” kata salah seorang nelayan Teluk Jakarta, Kalil (51), saat ikut aksi bersama Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta, di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/06).

Pada masa kampanye dulu Gubernur Anies Baswedan memberikan janji bahwa tidak akan melanjutkan reklamasi dan tetap mendukung para nelayan, tetapi kenyataannya saat ini malah menerbitkan IMB pulau reklamasi. Hal itu lanjut Kalil, sama saja dengan memberikan persetujuan kepada para pengembang untuk melanjutkan kembali reklamasi di Pulau C dan D Teluk Jakarta.

“Kami sebagai nelayan tradisional sudah sengsara, dan kini telah diabaikan, pak gubernur melupakan tangisan-tangisan tetesan air mata anak cucu nelayan,” Kalil berteriak.

Ia berharap Gubernur Anies sadar akan janji-janjinya dulu, mendukung pada masyarakat pesisir dengan menolak pulau reklamasi. Sementara itu, Koordinator Aksi Elang ML, menyatakan bahwa tindakan Anies Baswedan menerbitkan IMB di pulau reklamasi merupakan sebuah langka kemerosotan.

“Bapak Anies Baswedan dalam menerbitkan IMB ini mengacu pada Pergub 2016 yang diterbitkan gubernur sebelumnya, dan peraturan itu bermasalah,” ujarnya.

Seharusnya penerbitan tersebut berdasrkan pada peraturan daerah yang dibuat secara demokratis dengan mengikutsertakan rakyat, tidak hanya peraturan gubernur saja. (Hari-harianindo.com)