Kupang – Dalam kunjungannya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjajaki investasi pakan ternak. Namun di saat yang sama, ia mendapat sejumlah ajakan untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTT.

Hal tersebut terjadi pada saat Ahok berdialog dengan sejumlah kalangan warga Kota Kupang. Dalam acara yang berlangsung di Kantor DPD PDIP NTT itu, beberapa warga meminta dirinya untuk turut berkontestasi di Pilgub 2024 mendatang.

“Pak Ahok sudah berhasil memimpin DKI, kami ingin Pak Ahok bisa menjadi gubernur NTT,” ucap Ketua Kaukus Perempuan Politik, Emi Kolin, pada Selasa (13/08/2019).

Tak hanya Emi Kolin, Nancy Boelan-Agusteyn juga mengutarakan permintaan serupa kepada Ahok.

Baca Juga: Bicara Peluang Anies Berpasangan dengan Ahok di 2024, Nasdem Anggap Rocky Gerung Badut

Menanggapi permintaan tersebut, Ahok mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menjadi Gubernur NTT. Ia memandang bahwa NTT sudah memiliki calon yang bagus.

“Pak Viktor (Viktor Laiskodat, Gubernur NTT) masih memimpin dengan bagus kok. Kan ada Pak Viktor dan ada Ibu Emi Nomleni, tinggal diaduin aja mana yang terbaik,” ujar Ahok.

Lebih lanjut, ia juga tidak mengharapkan jabatan menteri. Posisinya di PDIP adalah semata-mata hanya ingin menjadi guru politik.

“Masih banyak yang lebih baik dari saya, untuk ditempatkan menjadi menteri. Di PDIP saya menjadi kader dan anggota baru, saya tidak kejar jabatan, kader-kader PDIP semua hebat-hebat melebihi saya. Saya memilih jadi guru politik,” ungkap Ahok. (Elhas-harianindo.com)