Pontianak- Kabid Humas Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Donny Charles Go menyatakan bahwa TFS alias Sihidin (76) salah seorang warga Jalan Adi Sucipto, Gang Flamboyan 2, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, yang mengibarkan bendera bertuliskan “PKI” diduga kuat sedang mengalami gangguan jiwa. Saat ini, TFS diamankan di Mapolda Kalbar.

“Dari hasil keterangan dua saksi yang merupakan anak TFS, ayahnya tersebut mengalami gangguan kejiwaan,” kata Donny Charles Go di Pontianak, Ahad (18/08).

Donny memaparkan, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih mandalam, lantaran dugaan bendera PKI masih belum pasti. Bisa saja, kata Donny tulisan itu diartikan lain, kendati kain tersebut ditulis PKI, apalagi TFS menurut keterangan anaknya kurang waras (mengalami gangguan jiwa sejak lima tahun terakhir).

Sebelumnya, Sabtu (17/08) sekitar pukul 08.30 WIB, Anggota Reskrimum Polda Kalbar mengamankan seorang warga berinisial TFS alias Sihidin (76) warga Jalan Adi Sucipto, Gang Flamboyan 2, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Yang bersangkutan dibekuk oleh Anggota Reskrimum Polda Kalbar, lantaran mengibarkan bendera warna kuning bertulisan menggunakan cat merah “PKI” sebanyak enam lembar ukuran 1×1,5 meter dan sudah di pasang sekitar Gang Flamboyan 2 tersebut.

Petugas Reskrimum Polda Kalbar juga mengamankan 11 lembar kain warna kuning bertulisan “PKI” cat merah, satu helai bendera tersebut sempat dikibarkan di depan rumah TFS. Kemudian, juga diamankan tiga keping seng biru tulisan “PKI”, satu batang patok kayu belian tulisan “PKI”, satu kaleng cat merek Avian warna merah, dua potongan asbes yang sudah dicetak tulisan “PKI”, dan satu bilah pisau ukuran 12 inci.

Dari hasil penyelidikan terhadap dua saksi yang merupakan anak kandung TFS menyatakan kalau orang tuanya sejak lima tahun terakhir menderita gangguan jiwa. Namun kadang-kadang TFS sadar atau sehat, meski penyakitnya tersebut bisa kambuh kapanpun. (Hr-harianindo.com)