Bandung – Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, diketahui bahwa bencana kekeringan akan berpotensi mendera wilayah Bandung dan sekitarnya.

Berdasarkan penuturan dari Kepala Stasiun BMKG Kelas I Bandung Toni Agus Wijaya, peringatan dini yang dirilis BMKG tersebut berstatus awas.

“Ini Daerah tidak hujan berturut-turut selama 60 hari yang berpotensi kekeringan ekstrim dengan status awas,” kata Toni pada Kamis (22/08/2019).

Selain Bandung, BMKG Bandung juga menyebut Kabupaten Bogor, Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Sumedang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Garut, Cianjur, dan Sukabumi sebagai daerah yang tidak diguyur hujan selama 60 hari berturut-turut.

“Waspada terjadi potensi kekeringan, akibat berkurangnya sumber air, sungai, waduk, danau dan lain-lain. Berdasarkan hasil monitoring di seluruh wilayah di Jabar, hingga dasarian III Juli 2019, tidak ada hujan di Provinsi Jabar,” papar Toni.

Selain itu, Toni mengatakan bahwa musim kemarau pada saat ini akan berlangsung lebih lama sekitar 10-30 hari. Suhu permukaan laut menjadi faktor yang mempengaruhi curah hujan di Indonesia.

“Penyebabnya  karena suhu permukaan laut di sekitar indonesia lebih dingin dari normalnya, sehingga curah hujan berkurang,” terangnya. (Elhas-harianindo.com)