Jakarta – Pihak kepolisian memutuskan untuk melayangkan surat panggilan kepada Sri Bintang Pamungkas terkait video ajakan penggagalan pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruf Amin. Akan tetapi Sri Bintang tidak memenuhi panggilan tersebut lantaran tak menerima surat tersebut.

Informasi mengenai pemanggilan Sri Bintang Pamungkas dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

“Iya sudah, tentunya kan penyidik ada beberapa cara yang untuk diundang. Yang menerima juga tidak harus yang diundang di situ, bisa yang ada di rumah di situ, itu juga pak RT pun kan bisa di situ,” kata Argo pada Rabu (11/09/2019).

Meskipun Sri Bintang beralasan belum menerima surat panggilan, akan tetapi pihak kepolisian tetap meminta aktivis reformasi tersebut untuk datang ke Polda Metro Jaya.

“Kita masih tunggu kedatangan dari Pak SBP ya, yang diundang di Krimsus ya di situ. Sama, nanti kita tunggu sampai sore juga,” ujar Argo.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas mengatakan bahwa ia sanggup untuk memenuhi panggilan dari pihak kepolisian terkait video ujarannya tersebut. Akan tetapi, ia mengaku bahwa sampai saat ini ia belum menerima surat panggilan dari polisi.

“Saya tidak pernah menerima surat panggilan. Artinya sudah tentu tidak pernah sampai ke tangan saya ataupun keluarga saya dan ditandatangani oleh orang rumah,” kata Sri Bintang Pamungkas di Jakarta pada Rabu (11/09/2019).

Menurutnya, apabila ia menerima surat panggilan pada Senin (09/09/2019), maka ia akan hadir ke kantor polisi pada Kamis (12/09/2019). Seharusnya, kata Sri Bintang, ia menerima surat panggilan tiga hari sebelum jadwal yang ditentukan.

“Ini kan sekarang hari Rabu dan panggilannya enggak ada kok. Kalau surat itu mungkin jatuh ke tempat lain saya enggak tahu,” ujar Sri Bintang. (Elhas-harianindo.com)