Jakarta – Buntut dari teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sutradara Joko Anwar meradang. Sebab, promo film besutannya yang berjudul Gundala yang ditayangkan di televisi menjadi salah satu program yang dipermasalahkan oleh KPI.

Dikabarkan sebelumnya bahwa pada Minggu (15/09/2019) kemarin KPI mengumumkan bahwa pihaknya telah mengirimkan teguran tertulis kepada 14 program di televisi dan radio lantaran melanggar aturan yang telah ditentukan oleh KPI. Dua program yang mendapat sempritan dari lembaga tersebut adalah promo film Gundala dan kartun Spongebob Squarepants.

Menanggapi hal tersebut, Joko Anwar kemudian menyatakan protesnya melalui akun Twitter priadinya. Dalam unggahan pertama, ia mengunggah sebuah infografis berisi daftar program yang ditegur KPI. Ia pun menyematkan tagar #BubarkanKPI.

Baca Juga: KPI Persoalkan Tayangan Promo Film Gundala

Dalam lanjutan cuitannya, Joko Anwar kemudian mengungkap alasan dibalik teguran tersebut. Diketahui bahwa KPI memandang kata ‘bangsat’ yang terlontar di adegan film tersebut sebagai bentuk pelanggaran.

Padahal, kata Joko Anwar, kata ‘bangsat’ memiliki makna yang berbeda. Hal itu ia utarakan sembari merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Promo Gundala kena sanksi KPI Pusat karena ada dialog bilang ‘bangsat’. Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,” cuit Joko Anwar.

Menurut definisi KBBI, kata ‘bangsat’ bisa diartikan sebagai kepinding atau kutu busuk. Sementara arti kedua menyebutkan kata tersebut bermakna orang yang bertabiat jahat.

Sementara itu, kartun Spongebob Squarepants dipermasalahkan lantaran adanya sejumlah adegan kekerasan. Salah satunya adalah pelemparan kue tart ke wajah. Hal tersebut pun juga dikomentari oleh Joko Anwar.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini,” ujar Joko Anwar. (Elhas-harianindo.com)