Cianjur – Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kecamatan Pacet, Cipanas dan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menolak dan tidak menerima beroperasinya kembali bioskop Ciloto.

Keputusan tersebut disepakati setelah mealkukan pertemuan dan pembahasan di salah satu aula pondok pesantren Cipanas, Senin (16/09).

Hal itu dilakukan untuk menyetujui secara jelas dan terbuka terkait dengan adanya informasi beberapa waktu lalu beredar kabar akan beroperasi kembali bioskop di Ciloto tersebut.

Wakil Ketua MUI Kecamatan Cipanas Misfalah Yusuf menyatakan bahwa pada hari Jumat (13/09) pekan lalu, MUI Cipanas kedatangan dari pihak bioskop untuk memohon dukungan untuk mengoprasikan kembali fasilitas umum tersebut.

“Intinya kami berkumpul itu dalam rangka musyawarah untuk menyepakati suatu hal kaitan kedatangan dari pihak bioskop ke MUI Cipanas. Sehingga penyampaian itu bisa disepakati bersama,” ungkap Misfalah, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, dinyatakan Misfalah, pihaknya setuju tetap akan melakukan penolakan terhadap beroprasinya bioskop di Ciloto. Dengan dalih bahwa pendirian bioskop berdekatan dengan sarana ibadah serta fasilitas pendidikan.

“Kami dari MUI tetap menolak beroperasinya bioskop itu. Karena selain berdekatan dengan sejumlah fasilitas ibadah, juga tetap memegang teguh prinsip agama yang dijunjung,” ujar Misfalah.

Misfalah menyatakan bahwa musyawarah dilakukan untuk lebih terbuka antar seluruh pengurus MUI di masing-masing kecamatan, dan juga sebagai bentuk keseriusan MUI terhadap sejumlah fasilitas umum yang ada di Cipanas jika ada yang terbukti bertolak belakang dengan nilai-nilai agama serta kultur keislaman.

“Kami tetap istikamah menolak bioskop itu. Sehingga dari dasar itu, kami menilai lebih kepada kepatutan terhadap norma-norma yang berlaku di sini,” kata Misfalah.

Selain itu, pihak MUI juga akan mengirimkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur sebagai sikap tegas dari MUI di tiga kecamatan ini.

Agar tetap bisa terlihat kejelasannya dalam mengatasi terkait operasional bioskop. Sehingga ketika nanti ada rencana misalnya dibukanya gedung bioskop tersebut pihak MUI telah dulu melakukan musyawarah.

“Jangan sampai ketika misalnya nanti suatu waktu bioskop itu buka, MUI setempat dinilai tidak ikut berperan. Padahal kami sekarang telah menyepakati terlebih dulu untuk menolak,” tegasnya.

Pihaknya pun menyerukan dan menyarankan terkait dengan pembangunan bioskop tersebut, lebih baik dijalankan kembali untuk tempat makan atau food court, serta fasilitas lainnya yang tidak bertentangan dengan kepatutan agama Islam.

“Jadi bukan karena memprotes dengan adanya bangunan itu, tetapi lebih baik jika digunakan untuk restoran, tempat bermain anak, juga fasilitas yang tidak bertentangan dengan agama,” tandasnya. (Hr-harianindo.com)