Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI) 98 menuding bahwa masih ada lawan politik Joko Widodo yang berhasrat untuk menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai presiden di periode keduanya. Menurut Ketua Presidium JARI 98, Willy Prakarsa, upaya pengagalan tersebut dilakukan dengan menghembuskan sejumlah isu yang membuat panas.

“Situasi sengaja dibuat panas, mulai dari rusuh Papua, revisi UU KPK, Karhutla dimaksimalkan. Sehingga isu pemberantasan narkoba, korupsi dan terorisme tidak lagi monoton alias memiliki teman isu gaya baru,” kata Willy Prakarsa pada Jumat (20/09/2019).

Hal tersebut, ujar Willy, ditambah dengan adanya sejumlah aksi demonstrasi yang menurutnya tak berdampak positif. Ia menyayangkan sejumlah pihak yang memilih untuk bermain isu ketimbang berkontribusi positif untuk pembangunan bangsa.

“Aksi-aksi demonstrasi yang dipertontonkan untuk menjaga dan terus memperbesar isu-isu tersebut sudah menjadi ajang rekreasi politik. Hanya sebatas menghambur-hamburkan uang. Jika saja semuanya bersatu, mungkin uang untuk dana demonstrasi itu bisa dijadikan bahan dan modal bersama untuk menciptakan lapangan kerja baru buat rakyat Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, Willy memandang bahwa segala cara yang dilakukan oleh lawan politik Jokowi untuk menjegal pelantikan Presiden terpilih tersebut justru membuat publik semakin muak dengan manuver brutal lawan Jokowi.

“Semakin Jokowi diganggu kinerjanya, maka rakyat akan semakin mencintainya. Saya sendiri mengutuk orang-orang yang mengganggu pemerintahan Jokowi dan pelantikannya pada 20 Oktober mendatang, semoga mereka pada bintitan semuanya,” tandas Willy. (Elhas-harianindo.com)