Berita ISIS Terbaru: Warga Yazidi Dibantai di Utara IrakBaghdad – Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), atau yang dikenal dengan Islamic State (IS) saja, dikabarkan telah melakukan pembantaian warga Yazidi di Irak bagian Utara. Seperti dilansir dari BBC (Jumat, 15/8/2014), setidaknya 80 rpia dari suku Yazidi dibantai di sebuah desa, sementara perempuan dan anak-anak diculik.

Menurut laporan yang beredar, anggota ISIS memasuki Kocho, 45 km dari Sinjar, Jumat siang kemarin. Pejabat Kurdish pun telah mengkonfirmasi laporan tersebut, setelah aktivis Yazidi di Washington melaporkannya untuk pertama kali.

Pejabat senior Kurdish, Hoshiyar Zebari, mengatakan kepada media Reuters bahwa anggota ISIS datang dengan sejumlah mobil dan mulai melakukan penyerangan pada Jumat pagi. Anggota parlemen Yazidi, Mahama Khalil, mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi lebih dari satu jam.

Adapun seorang penduduk desa di dekat lokasi pembantaian tersebut mengatakan bahwa salah seorang anggota ISIS telah menceritakan kejadian di sana. Anggota ISIS tersebut mengatakan bahwa mereka telah melakukan dakwah selama lima hari di desa yang dihuni warga Yazidi tersebut, tentunya bermaksud untuk mengajak warga Yazidi untuk pindah agama. Ceramah panjang telah beberapa kali dilakukan disana, namun tampaknya tidak membuahkan hasil apapun.

Hadi Pir, seorang aktivis Yazidi dan anggota dari Yazidi Crisis Management Team di Amerika Serikat, mengatakan bahwa warga Yazidi diberi deadline untuk berganti agama. Saat pembantaian terjadi, seluruh warga dikumpulkan di satu-satunya sekolah di Kocho. Warga pria ditembaki, sementara sisanya, perempuan dan anak-anak, dinaikkan ke bus dan dibawa ke lokasi yang belum diketahui.

Baca juga
Berita ISIS Terbaru: PBB Katakan Irak Alami Krisis Kemanusiaan
Berita ISIS Terbaru: Penilaian AS Mengenai Penting-Tidaknya Evakuasi Gunung Sinjar

Suku Yazidi merupakan suku beragama yang menganut agama gabungan dari Syiah dan Sufi Islam, dengan kepercayaan kuno seperti Gnostik, Marcionit, Zoroastrianisme, dan agama awal Mesopotamia. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)