Jakarta – Jelang Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017 mendatang, situasi politik Ibukota semakin memanas.

Dipolisikan, Cuitan Mantan Staf Khusus SBY Dinilai Provokatif

Hal tersebut dibuktikan oleh lanngkah kelompok relawan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat yang menamakan dirinya Kotak Badja, Selasa (13/12/2016) yang kembali melaporkan mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief ke Polda Metro Jaya.

Ketua Kotak Badja Muanas Alaidid menyatakan, pihaknya dengan sengaja harus mengambil langkah hukum dengan melaporkan orang dekat keluarga Cikeas itu ke ranah hukum. Andi Arief diduga telah menebarkan kebencian kepada masyarakat luas lewat pernyataannya dalam akun Twitter pribadinya.

“Ahok jangan merusak damai dan persatuan yang sudah baik, kita tidak ingin pembakaran kampung-kampung Tionghoa, tidak ingin ada yang diperkosa dan lain-lain,” kata Muanas Alaidid mengisahkan bunyi twitter Andi Arief di Polda Metro Jaya, Selasa (13/12/2016).

Dirinya menambahkan, pernataan Andi itu sangatlah provokatif dan dapat merugikan pasangan Ahok-Djarot. Bahkan, menurutnya, pernyataan Andi Arief itu dapat berdampak pada konflik sosial yang berdampak buruk bagi keberagaman serta keamanan etnis tertentu di Indonesia.

Baca juga: Jadi Saksi Sidang Buni Yani, Munarman : “Video Buni Yani Tak Ada Hubungan Dengan Aksi Bela Islam”

“Twitnya itu seolah-olah menggiring opini publik bahwa ketika nanti terjadi kekerasan, ketika nanti terjadi pembakaran etnis Tionghoa, pemerkosaan, sangat berpotensi Ahok akan menjadi orang yang di kambing hitamkan,” terangnya. (Yayan – harianindo.com)