Jakarta – Komisi IV DPR meminta pemerintah menjaga kestabilan harga cabai. Setelah harganya sempat meroket, para petani kini dihadapkan dengan anjloknya harga. Dari yang semula mencapai Rp 180 ribu kini tinggal di kisaran Rp 80 ribu.

Pemerintah Diimbau untuk Segara Bikin Standar Harga Cabai

Cabe rawit merah

Anggota Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah segera membenahi masalah distribusi. Di antaranya rantai pedagangan yang terlalu panjang, sehingga harga dari petani sampai ke pedagang tidak terlalu jomplang.

“Selama ini, saya lihat memang ada masalah di distribusi tata niaga. Ada masalah di pertanian yang tak kunjung tuntas-tuntas, tidak ada solusi yang integratif dari hulu ke hilir,” jelasnya di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Akmal, melonjaknya harga cabai dari akhir Desember sampai awal Maret kemarin juga karena masalah distribusi yang buruk.

Buktinya, harga cabai di petani tidak tinggi. Stok juga masih banyak. Namun, saat sampai ke pasar, harganya melonjak berkali-kali lipat dan barangnya langka.

Baca juga: Inilah Tanggapan Kapolri Terkait Gugatan yang Bakal Dilakukan Sri Bintang

“Saat harga cabai naik, konsumen berteriak. Saat harga cabai jatuh giliran petani kita berteriak. Sementara yang untung ini cuma pedagang. Padahal baik konsumen maupun petani ini harus sama-sama dilindungi. Mestinya Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pertanian saling bahu-membahu mengatasi masalah ini,” jelasnya.

Akmal mengusulkan agar pemerintah menetapkan batas harga pembelian cabai di tingkat petani. Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah jangan sampai petani mengalami kerugian saat terjadi panen raya atau mencegah harga naik di tingkat pedagang di saat pasokan lagi seret. (Tita Yanuantari – harianindo.com)