Jakarta – Yenni Sucipto selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), menilai jika korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) memang sudah dirancang sedar awal.

Sekjen Fitra Menilai Proyek e-KTP Sengaja Dirancang Untuk Dikorupsi

e-KTP

Menurutnya, desain korupsi e-KTP sudah terlihat saat program di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu masih tahap perencanaan, pembahasan anggaran hingga pelaksanaannya. Aktor korupsi e-KTP juga melibatkan eksekutif, legislatif, hingga pengusaha.

“E-KTP ini corruption by design, sangat sistemik,” ungkap Yenni saat Ngobrol Pintar (Ngopi) bertajuk Korupsi e-KTP dan Dampaknya Bagi Demokrasi Kita di Jakarta Selatan, Minggu (2/4/2017).

Yenni berujar, melihat implementasi e-KTP maka sebenarnya sudah bermasalah sejak 2010. Permasalahan tersebut pun berlanjut pada 2011, 2012 hingga 2013. “Tapi, kemudian ada pembiaran,” tegasnya.

Menurutnya, pembiaran tersebut dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dan DPR. “Saat itu KAK (Kerangka Anggaran Kegiatan, red) belum lengkap, ada temuan tapi dibiarkan,” ucapnya.

Yenni menambahkan, temuan tersebut tak dijadikan treatment untuk mendesaain program e-KTP pada tahun berikutnya. “Jadi menurut saya ini by design, sudah tahu ini salah tapi kemudian eksekutif dan legislatif membiarkan,” kata Yenni.

Baca juga: Video Lengkap Pidato Kebangsaan Anies Baswedan di Hotel Dharmawangsa

Menurutnya, aktor corruption by design tidak mungkin hanya melibatkan satu pihak. “Jadi ini harus diungkap semua,” pungkasnya. (Yayan – harianindo.com)