Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly telah meminta Polri untuk menangkap keempat tahanan warga negara asing (WNA) ‎yang kabur dari Lapas kelas II A Denpasar di Kerobokan, Bali.

Sebanyak 448 Warga Binaan Kabur, Tiga Pejabat Rutan Pekanbaru Dipecat

Keempat tahanan tersebut adalah Shaun Edward Davidson (Australia), Dimitar Nikolov Iliev (Bulgaria), Sayed Mohammed Said (India), dan Tee Kok King Bin Tee Kim Sai (Malaysia). ‎Mereka berhasil meloloskan diri dengan cara menggali terowongan dari dalam lapas hingga ke luar lapas.

“Karena menyangkut orang asing ya. Mana tahu bisa lari, Imigrasi sudah kita kasih perhatian untuk menjaga semua itu. Kita minta bantuan Polda, Polri untuk mengejarnya. Ini orang asing, 3 yang narkoba, 1 karena pelanggaran keimigrasian,” kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Yasonna mengatakan, pihaknya tengah memeriksa adanya dugaan kerjasama dari oknum lapas yang ‘bermain’ dalam kasus kaburnya empat tahanan di Lapas Kerobokan. “Apakah ada kerja sama tidak, sudah minta diperiksa. Kalau ada kelalaian tetap, kelalaian juga menjadi unsur yang mereka tidak ikut protap apalagi kesengajaan. Itu Berbahaya sekali,” ujarnya.

Baca juga: Puluhan ABG Diamankan Polisi saat Sahur lantaran Bawa Senjata Tajam

Dia mengungkapkan, kondisi Lapas Kerobokan telah over kapastitas. Sebab itu, pemerintah tengah ‎mengkaji agar para tahanan dapat dipindahkan ke Lapas lainnya yang ada di Pulau Dewata.

“‎Dan saya sudah minta bahkan saya sudah mengirim surat ke Mensesneg untuk membuat ratas, untuk membantu lapas termasuk di dalamnya soal pengalihan ke daerah-daerah terluar. Sudah dimohonkan sih, kirim surat. Tinggal ditunggu waktunya supaya sekaligus kita bicarakan,” tambahnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)