Misano – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengalami situasi sulit di persaingan MotoGP 2017. Pasalnya, ia harus menepi di dua seri yakni Grand Prix (GP) San Marino dan Aragon, Amerika Serikat lantaran masih dalam tahap penyembuhan.

Pengamat MotoGP Nilai Rossi Memerlukan Keajaiban untuk Jadi Juara Dunia

Sebelumnya, Rossi telah diizinkan keluar dari rumah sakit setelah melewati masa operasi. Pembalap berusia 38 tahun itu harus menjalani operasi lantaran mengalami patah tulang tibia dan fibula di kaki kanannya akibat kecelakaan saat latihan motorcross pada Kamis 31 Agustus 2017.

Sebagaimana diberitakan Tuttomotoriweb pada Kamis (14/9/2017), Rossi kini menjalani rawat jalan untuk menyembuhkan kondisi kakinya. Dokter pun menyebut Rossi harus beristirahat selama 30-40 hari pascaoperasi.

Saat ini, Rossi menempati urutan keempat di klasemen sementara MotoGP 2017 dengan raihan 157 poin. Pembalap berkebangsaan Italia itu tertinggal 42 poin dari pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, yang berada di posisi pertama.

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, mengatakan Rossi membutuhkan keajaiban untuk menjadi juara dunia tahun ini. Ia menyebut saat The Doctor -julukan Rossi- absen di Misano dan Aragon maka perbedaan poin dengan pemuncak klasemen semakin besar.

“Bagi Rossi untuk menjadi juara dunia MotoGP 2017 merupakan keajaiban yang tidak mungkin terjadi. Selisih poin setelah MotoGP San Marino semakin besar dan akan semakin melebar setelah MotoGP Aragon nanti,” kata Pernat.