Jakarta – Beberapa waktu yang lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyinggung soal gaji guru di DKI. Pria yang akrab disapa Sandi itu menilai bahwa besaran gaji di DKI tak jauh berbeda dengan gaji guru yang ada di Finlandia.

Tanggapan Wakadisdik Terkait Pernyataan Sandiaga Gaji Guru Rp 31 Juta

Ilustrasi

“Yang lain, sudah banyak dijalankan di DKI, seperti anak SD harus 7 tahun, nggak boleh di bawah itu. Guru-guru gajinya di DKI nggak kalah sama Finlandia. Saya lihat di sana guru adalah standarnya Rp 31 juta per bulan. Ternyata guru-guru kita yang terbaik sudah segitu juga,” ujar Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/01/2018).

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Wakadisdik) DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan bahwa dirinya ingin kembali menjadi guru jika memang benar besar gaji guru sama dengan yang dikatakan oleh Sandiaga.

Baca juga : Dituding Lakukan Pemalsuan, Sandiaga Kembali Dilaporkan Ke Polda Metro

“Saya balik jadi guru deh kalau gitu,” kata Bowo saat dihubungi, Kamis (11/01/2018).

Lebih lanjut Bowo menjelaskan bahwa gaji pokok guru yang ada di DKI pada umumnya sekitar Rp 3,5-4,5 juta per bulan. Selain itu, mereka juga mendapatkan tunjungan sertifikasi profesi setiap bulan yang besarannya sama dengan gaji pokok.

“Rata-rata gaji kan standar. Kalau gaji itu besarnya sekitar Rp 4,5 (juta). Kalau gaji guru baru Rp 3,5 juta. Kalau kemudian mendapatkan tunjangan sertifikasi, itu sumber dana dari APBN. Tunjangan sertifikasi profesi itu besarnya sama dengan gaji. Berarti dapatnya Rp 7 jutaan sebulan. Tapi tidak semua dapat tunjangan sertifikasi,” jelasnya.
(Muspri-harianindo.com)