Jakarta – Selain berusaha menenangkan para pihak untuk tidak panik, Bank Indonesia (BI) juga menepis anggapan bahwa rupiah adalah mata uang paling melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah Melemah, BI Bandingkan Dengan Lira Turki

Kali ini Agusman selaku Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI memberikan contoh yakni lira Turki yang menjadi mata uang paling melemah secara tahun kalender atau year to date (YTD), yakni depresiasi 6,54%.

“Masih banyak yang lebih parah dari kita,” kata Agusman di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Secara tahun kalender (YTD), kata Agusman, data per 20 April 2018 seperti Filipina peso depresiasi -4%, Indian rupee depresiasi -3,38%, Turkish lira depresiasi -6,54%, Brasil real depresiasi -2,81%, dan Indonesia depresiasi -2,23%. Sedangkan yang apresiasi adalah Tailand baht sebesar 4,01%, dan Malaysia ringgit sebesar 3,82%.

“Oh enggak, masih ada teman-temannya, seperti Turkis Lira, Turkish lira itu -6%, Filpina peso -4%, India rupee -3%,” jelas dia.

Seperti yang tleah diketahui, dolar AS kian perkasa sehingga membuat kurs Rupiah naik ke level Rp 13.900 per US$ sejak kemarin sore.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)