Jakarta – Situasi politik di Indonesia semakin memanas menjelang masa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Hingga saat ini, para bakal calon petahana yang sudah terlihat adalah Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keduanya sama-sama mendeklarasikan diri sebagai bakal Calon Presiden (Capres) mendatang.

Pengamat Menilai Peluang Lahirnya Poros Ketiga Masih Terbuka Lebar

Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Meski begitu, peluang akan terbentuknya Poros yang Ketiga masih dapat dimungkinkan akan terbentuk. Pengamat Politik dari Manilka Research, Herzaky M. Putra mengatakan bahwa poros ketiga akan terbentuk mengingat belum finalnya penentuan cawapres dari kedua kubu yang saat ini sudah mengeluarkan capresnya.

Herzaky mengatakan bahwa kemungkinan poros ketiga akan terbentuk jika salah satu atau kedua kubu capres ini sudah mengumumkan para bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) masing-masing. Sebab, menurutnya, bakal ada parpol anggota koalisi yang tidak puas dan memilih merapat ke tempat lain.

“Jika mendapatkan teman koalisi dengan suara yang cukup, potensi berpindah haluan membentuk poros baru, sangat mungkin terjadi,” kata Herzaky saat ditemui di Jakarta, Selasa (17/07/2018).

Baca juga : Reaksi TGB Saat Namanya Disebut Masuk Bursa Cawapres Jokowi

Herzaky juga menekankan bahwa munculnya Poros Ketiga di kontestasi Pilpres 2019 bakal memberikan iklim lebih positif untuk perkembangan demokrasi Indonesia. Dengan adanya Poros Ketiga, masyarakat Indonesia memiliki lebih banyak alternatif calon pemimpin bangsa ini.

Meski begitu, Herzaky menilai bahwa masyarakat saat ini masih merasa jenuh dan trauma dengan polarisasi yang demikian tajam di Pilpres 2014, dan diperparah di putaran kedua Pilkada Jakarta 2017 bisa jadi mengarahkan pilihannya ke capres usungan Poros Ketiga.

“Situasi perekonomian saat ini cukup berat bagi rakyat kebanyakan, dan mereka tidak siap untuk mendapatkan tambahan beban psikologis berupa polarisasi akibat pertarungan sengit dari kedua kubu di Pilpres 2019,” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)