Jakarta – Tommy Soeharto selaku Ketum Partai Berkarya yang berbicara terkait banyaknya praktek KKN kali ini didukung dengan hasil survei Median terbaru yang menunjukkan bahwa Berkarya berada di posisi relatif buncit dengan perolehan nol koma.

Survey Median : Partai Berkarya Masih di Urutan Buncit

Dilakukan pada 6 Juli- 15 Juli 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1.200 responden, survei ini menghasilkan margin of eror sekitar +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sudarto selaku Direktur riset Median menuturkan bahwa Partai Berkarya belum memperoleh elektabilitas tinggi karena belum terlalu dikenal publik. Selain itu, sosok Tommy dianggap tidak dapat menggantikan sosok ayahnya, Soeharto yang dikenang publik.

Saat ditemui di Resto Bumbu Desa kemarin, dirinya berkata bahwa “Kalau untuk Partai Berkarya memang itu kan partai baru yang belum banyak dikenal publik dan KPU juga masih belum secara resmi memperbolehkan partai-partai untuk berkampanye jadi wajar kalau partai baru elektabilitasnya masih rendah,”

Elektabilitas Berkarya hanya 0,2 persen. Dengan jumlah ini, diprediksi Berkarya tidak bisa lolos ke DPR pada Pileg 2019. Meski begitu, Sudarto menyampaikan, Berkarya dapat menaikkan elektabilitasnya dengan cara berkampanye dengan mesin partai yang baik.

“Tetapi tidak mustahil itu akan berubah ketika kampanye sudah dimulai karena ketika kampanye sudah mulai maka faktor mesin politik dan mesin partai itu menjadi salah satu pengaruh yang besar,” jelasnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)