Jakarta – OTT yang dilakukan KPK terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen kali ini dikomentari oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menilai bahwa tindakan itu untuk mencari sensasi.

KPK Gelar OTT di Lapas Sukamiskin, Fahri Hamzah : "Kayak Nggak Ada Kerjaan"KPK Gelar OTT di Lapas Sukamiskin, Fahri Hamzah : "Kayak Nggak Ada Kerjaan"

Saat ditemui di Kompleks Senayan kemarin, dirinya berkata bahwa “Kalau saya sih, mohon maaf ya, ini KPK kayak yang nggak ada kerjaan lagi. Jadi dia sibuk mencari sensasi-sensasi,”

Selain itu, Fahri juga berujar bahwa hal tersebut dilakukan secara sengaja oleh KPK agar RKUHP tidak diteruskan. KPK, sebut Fahri, sengaja membuat presiden takut melangkah.

“Ini untuk menekan supaya KUHP tidak diteruskan. Itu yang saya dengar, sehingga presidennya menjadi takut, presidennya ditakut-takutin tangkap sana-tangkap sini yang bukan pekerjaan dia. Sistem pemasyarakatan itu bukan tanggung jawab KPK, apalagi kalau kemudian itu karena operasi intelijen,” sebut Fahri.

“KPK itu sudah tidak punya pekerjaan, karena itu mereka melakukan operasi intelijen. Nggak bolehlah lembaga penegak hukum itu melakukan operasi intelijen. OTT itu definisi yang nggak ada di dalam undang-undang, nggak ada di dalam KUHAP itu adalah operasi intelijen. Ini fatal sebetulnya,” imbuh dia.

Fahri pun menyinggung kasus Bank Century dan kasus proyek Pelindo II yang dinilai makin ‘hilang’ dari permukaan. Fahri menilai KPK terlalu sibuk mengurusi hal-hal tidak penting.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)