Jakarta – Ahmad Heryawan akhirnya mendatangi kantor KPK. Dia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus proyek Meikarta. Nah, pemanggilan tersebut merupakan panggilan ketiga. Sebelumnya, Aher dua kali mangkir. Yakni, pada Kamis (20/12/2019) dan Senin (7/1/2019).

Inilah Alasan Aher Tidak Penuhi Panggilan KPK

Aher pun menjelaskan adanya miskomunikasi. Yakni, antara dirinya dan KPK. Dengan demikian, pihaknya tidak bisa memenuhi dua panggilan tersebut.

“Saya katakan ada miss komunikasi antara saya dengan KPK. Tapi alhamdulillah hari ini saya datang untuk memberikan dan menjelaskan ya status Meikarta itu,” ujar Aher di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Aher kemudian menjelaskan alasan ia tak hadir dalam dua panggilan sebelumnya. Untuk panggilan pertama, Aher menyebut ada ketidaksesuaian antara isi dengan judul amplop surat yang diterimanya. Sehingga ia memilih untuk mengembalikan surat itu lagi kepada KPK.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Tidak Memiliki Masalah dengan Anies

“Ada dua surat yang dilayangkan kepada saya, yang pertama tanggal 18 Desember tapi surat tersebut antara alamat surat dengan yang dituju berbeda. Jadi amplop surat untuk saya, tapi isi suratnya bukan untuk saya, maka itu tanggal 19 Desember-nya saya balikin lagi,” kata Aher.

Surat pemanggilan kedua untuk dirinya, kata Aher, juga bermasalah. Bukan identitas dan isinya yang bermasalah, melainkan surat panggilan itu dikirimkan ke rumah dinas Gubernur Jawa Barat. Padahal Aher yang telah purna tugas sebagai Gubernur Jabar tidak lagi mendiami rumah dinas tersebut. (Tita Yanuantari – harianindo.com)