Makassar – Adanya kebocoran Uang Negara kembali disinggung oleh Petahana Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Kali ini kebocoran uang negara ditaksir sebesar Rp 1.000 triliun. Kebocoran sebesar itu dinilai terjadi setiap tahunnya.

Kampanye di Makassar, Prabowo Singgung Lagi Kebocoran Negara Rp 1000 Triliun

Kampanye di Makassar, Prabowo Singgung Lagi Kebocoran Negara Rp 1000 Triliun

“Kita sudah hitung kebocoran negara. Saya hitung kebocoran kita Rp 1.000 triliun tiap tahun,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara kampanye akbar yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/03/2019).

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan bahwa masih banyak pihak yang tidak percaya dengan perkataannya itu. Prabowo mengaku justru ia merasa sangat heran jika ada pihak yang tidak percaya dengan perkataannya. Sebab Prabowo menilai ia tidak asal bicara.

Baca juga : Habiburokhman Klaim Prabowo Sudah Rebut Hati Rakyat di Debat Keempat

“Kalau saya bicara begini elite di Jakarta kebakaran jenggot. Yang tidak punya jenggot kepanasan pantatnya. Eh, ada media nggak boleh bicara kayak begitu, delete, delete, saya ralat,” jelasnya.

Prabowo menambahkan bahwa pihaknya juga menemukan adanya segelintir orang yang telah berhasil menguasai kekayaan negara. Atas dasar itu pula, Prabowo berjanji jika terpilih nanti akan mengembalikan kekayaan tersebut ke negara.

“Saudara-saudara masalahnya adalah dana kekayaan Indonesia tidak di tangan rakyat Indonesia. Saudara-saudara yang menguasai kekayaan Indonesia hanya segelintir. Apakah ini adil atau tidak? Yang menguasai kekayaan Indonesia hanya segelintir orang saja,” beber Prabowo.

“Perjuangan dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur adalah perjuangan kami adalah agar kekayaan Indonesia balik ke tangan negara. Itu tekad saya. Itu tekad Sandiaga Uno. Itu tekad kawan-kawan saya dari koalisi kita,” imbuh Prabowo.
(Muspri-harianindo.com)