Jakarta – Ferdinand Hutahaean akhirnya berikan klarifikasi terkait viralnya video mengenai tuduhan selingkuh dan peretasan akun Twitter-nya baru-baru ini. Beropini bahwa pelaku datang dari pihak oposisi, dirinya meminta Joko Widodo (Jokowi) turun tangan untuk memerintahkan pendukungnya tak berbuat demikian.

Ferdinand Hutahaean Merasa Tidak Ada Yang Salah Dengan Video Soal Dirinya Yang Viral

Saat dikonfirmasi hari ini, dirinya menuturkan bahwa “Saya meyakini bahwa ini tidak terlepas dari politik. Ini terkait dengan politik dan ini terkait dengan aktivitas saya, aktivitas kami yang menjadi korban di dalam politik. Mohon maaf saya harus menyatakan dan meminta supaya Pak Jokowi memerintahkan pendukungnya supaya tidak melakukan hal-hal seperti ini… saya melihat bahwa ini tidak terlepas dari politik,”

“Dan video itu tidak ada yang salah, tidak ada perbuatan senonoh. Jadi tidak masalah dan tidak salah. Rezim Jokowi memang harus ditumbangkan. Hal-hal yang pribadi pun diusik di zaman ini. Tidak sehat,” sambung Ferdinand.

“Mungkin juga ini diterjemahkan oleh pendukung Pak Jokowi, bahasanya Jokowi yang di Jogja menyatakan saya akan lawan begitu ya. Kemudian diterjemahkan para pendukungnya dengan cara seperti ini. Tapi apakah ini pendukungnya Pak Jokowi, saya juga tidak tahu pasti, tetapi yang saya yakini ini semua terkait dengan politik dan tujuannya untuk merusak konsentrasi BPN, merusak pekerjaan kami di dalam pemenangan pilpres ini. Tidak ada motif lain selain dari pada itu,” ujar dia.

Sedangkan mengenai video dirinya yang sedang berduaan dengan wanita, Ferdinand membenarkan video tersebut memang dirinya. Namun dia menyangkal bahwa perempuan dalam video itu adalah selingkuhan.

“Itu pacar saya, bukan selingkuhan saya. Itu video di Lombok Desember 2016. Saya dan pacar saya AL menghabiskan akhir tahun 2016 di Lombok Gili Trawangan. Status saya sendiri, jadi boleh dong pacaran? Saya pisah dengan mantan istri saya 2011. Masa nggak boleh pacaran? ??” kata Ferdinand.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)