Rio Hondo – Pembalap Tim Red Bull KTM, Pol Espargaro, membeberkan asalannya kesulitan bersaing dengan pembalap terdepan pada balapan seri kedua musim ini. Sebagaimana diketahui, rekan satu tim Johann Zarco itu hanya finis di posisi ke 10 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina.

Pol Espargaro Beberkan Alasannya Sulit Bersaing di Sirkuit Termas

Pol Espargaro

Espargaro menyebut, salah satu alasannya sulit bersaing pada balapan tersebut lantaran motor KTM terkendala cuaca panas di lintasan. Hal i tu membuat RC-16 miliknya kerap kehilangan daya cengkram dan menyulitkan dirinya menguasai motor terutama ketika memasuki tikungan.

Menilik pada hal itu, Espargaro pun berharap timnya mampu memaksimalkan performa motornya jelang balapan selanjutnya di Sirkuit Austin, Amerika Serikat, pada 14 April mendatang.

“Kami tahu di Argentina bahwa kami mengalami masalah dalam cuaca panas, terutama karena sirkuit ini dikenal dengan karet cengkeramannya rendah. Namun, kami dapat bertarung di posisi ke-9 dalam lomba. Itu positif. Karena saya meningkatkan satu tempat di Las Termas dibandingkan dengan 2018, dan kami kehilangan sedikit waktu untuk pemenang dari tahun lalu,” jelas Espargaro sebagaimana diberitakan laman Speedweek pada Selasa (9/4/2019).

“Kami menunjukkan dalam dua balapan pertama bahwa kami mempersempit kesenjangan dengan para pembalap di atas (klasemen sementara). Persaingan untuk balapan selanjutnya semakin dekat tetapi saat ini kami sedang berusaha membuat motor kami jadi lebih baik,” tukasnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)