JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Prabowo Subianto mengungkapkan secara gamblang mengenai dibalik peristiwa penculikan aktivis 1998 yang selama ini dialamatkan kepadanya.

Apalagi saat ini media kembali menyoroti kisah Tim Mawar dari Kopassus yang dihubung-hubungkan dengan penculikan aktivis 199.

“Kalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu. Agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR Pak prabowo,” kata Fahri melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, Selasa (11/06/2019).

Anggap Fahri, kisah Tim Mawar yang disoroti kembali oleh media menjelang sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) mebuat publik buta terhadap semua sisi dari Prabowo.

Padahal, kata Fahri, Prabowo adalah figur tersohor dan berpengaruh terhadap perjalanan bangsa ke depan. “Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar,” kata Fahri.

Tidak hanya kepada Prabowo, Fahri juga memohon orang dekat Prabowo yang dianggap sebagai korban penculikan seperti Andie Arief, Pius Lustrilanang, Desmond J Mahesa juga menceritakan ke publik pengalamannya.

Menurut dia, publik perlu mendengar langsung dari Prabowo, orang yang selama ini paling banyak difitnah. “Menurut saya ini waktunya,” ujar Fahri.

Fahri menganggap jika terlalu banyak yang ditutupi dari masa lalu, beban bangsa akan semakin berat. Oleh karena itu tugas mulia Prabowo untuk mengurangi beban bagi generasi yang akan datang.

Tujuannya, kata dia, agar sejarah negeri ini terbuka. Biar sejarah TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa.

Dia mengakui mendengar Prabowo akan menerbitkan buku tentang peristiwa 1998 tapi hanya wacana belaka. Alasan Prabowo ingin “menelan semua salah lembaga”.

Fahri menilai itu bias. “Bukan saja untuk Pak Prabowo tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

Dia memberikan penegasan jika dirinya menjadi Prabowo maka akan membeberkan semua yang terjadi. “Termasuk menyebut nama-nama yang ada dan harus dijelaskan. Biarlah publik yang menilai. Tidak Peduli ada pengadilan baru. Karena yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah, dikatakan. Itu saja,” tutur Fahri.

Nama Tim Mawar Kopassus kembali mencuat di tengah publik. Majalah Tempo menurunkan laporan mengenai dugaan keterlibatan mantan anggota Tim Mawar dalam kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei. (Hari-harianindo.com)