Jakarta – Andre Rosiade mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk tidak mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma’ruf. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yakin bahwa berdasarkan kesaksian para saksinya dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK), pasangan 01 harusnya gugur sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Prabowo-Sandi sebagai pemenang Pilpres 2019.

“Sesuai aturan MK, tidak ada alasan untuk tidak mendiskualifikasi Ma’ruf. Kalau Ma’ruf didiskualifikasi, otomatis Jokowi-Ma’ruf harus didiskuliafikasi dan otomatis MK 28 Juni ini memutuskan dua hal, mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf dan meminta KPU menetapkan Prabowo-Sandi pasangan presiden 2019-2024,” kata Andre di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/06/2019).

Andre mengatakan bahwa pihaknya memiliki sejumlah saksi yang mampu memberatkan posisi Jokowi-Ma’ruf. Contohnya adalah Said Didu yang dianggap bisa membuktikan cawapres Ma’ruf sebagai pejabat Badan Umum Milik Negara (BUMN). Kemudian saksi-saksi yang lain juga menunjukkan adanya Daftar Pemilih Tetap (DPT) invalid.

Baca Juga: Inilah Saksi Ahli Yang Dihadirkan KPU di Sidang MK Hari Ini

Selain itu, Andre juga memandang ketidakmampuan KPU dalam membenahi sistem yang kacau juga menjadi bukti yang tak terbantahkan.

“Kita juga bisa buktikan, bagaimana ada pelatihan saksi yang luar biasa, seorang Gubernur Jawa Tengah mengatakan bahwa aparat itu harus tidak netral sampai empat kali itu. Dan, faktanya di Jateng suara Jokowi luar biasa,” ujar Andre.

Andre menambahkan adanya kesaksian dari seorang gubernur di pelatihan saksi resmi. Dalam pelatihan yang dihadiri Jokowi dan Moeldoko tersebut, disebutkan oleh pada salah satu materi bahwa kecurangan hal biasa dalam Pemilu.

“Ada Hasto (Sekretaris Tim Kampanye Nasional/TKN, Hasto Kristiyanto) juga yang menyampaikan, tolong terus dimainkan isunya 02 itu harus dianggap radikal, ekstrimis, sehingga kita lihat narasi di media seakan kami ekstrimis, radikal, bahkan ada yang bilang anti-Pancasila,” pungkas Andre. (Elhas-harianindo.com)