Bandar Lampung – Kapolsek Pardasuka AKB Martono menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih mencari para pelaku bully atau perundungan terhadap kakek tunawisma di Pringsewu, Lampung.

Untuk itu, Polsek Pardasuka sudah bekerja sama dan mengumpulkan informasi dengan camat dan koramil Pringsewu setempat. Martono mengiyakan bahwa kejadian perundungan tersebut terjadi di wilayah hukumnya.

Kejadian bullying seorang kakek oleh sejumlah pemuda itu terjadi di Pos Ronda Dusun Erih, Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu.

Menurut Martono, kakek yang menjadi korban perundungan tersebut bernama Hamdan.

Dia berumur sekitar 60 tahun dan merupakan tunawisma. “Korban bukan warga asli dusun itu, tapi perantau. Dia masih bujangan dan tidak memiliki tempat tinggal. Dia memang biasanya tidur di pos ronda itu,” kata Martono saat dihubungi, Senin (12/08/2019). “Setelah viral video itu, kami langsung identifikasi lokasi dan mencari keluarga korban. Keluarganya ternyata masih ada di Pekon Rantau Tijang,” kata dia.

Diikat dan didorong BIADAB..BANGSAT..KURANG AJAR.. Entah kata2 kasar apa lagi yg harus keluar dari mulut saya untuk anak muda yg gak punya otak ini yg sudah Membully orang tua. (@Airin_NZ) August 11, 2019 Dalam video viral berdurasi 17 detik tersebut, terlihat seorang kakek diganggu oleh sejumlah pemuda.

Kakek yang diketahui bernama Hamdan tampak diikat menggunakan sarung oleh seorang pemuda bepakaian lengan panjang warna biru.

Dengan tubuh terikat, Hamdan juga terlihat didorong-dorong. Kakek itu tampak memohon ampun. Sementara, dua pemuda rekan pemuda berbaju biru terdengar tertawa cekikikan melihat kakek itu dibully. Mereka juga sambil terus merekam tingkah temannya yang berbaju biru. (Hr-harianindo.com)