Seoul – Grup musik asal Korea Selatan, Red Velvet, baru-baru ini menjadi pusat perbincangan para netizen. Kali ini, yang menjadi sasaran para netizen dalam melontarkan ujaran adalah penata busana grup tersebut.

Permasalahan bermula ketika Red Velvet tampil di atas panggung dalam festival “Incheon International Airport SKY FESTIVAL”. Dalam festival yang dihelat pada Sabtu (31/08/2019) lalu, publik menilai ada yang tidak beres dengan busana yang dikenakan para personel Red Velvet, terutama Wendy.

Pada saat itu, Wendy mengenakan rok yang terlalu pendek. Para penggemar melihat bahwa pada saat pergelaran tersebut, Wendy merasa tidak nyaman dengan pilihan busana tersebut. Saking pendeknya, celana dalam penyanyi dengan nama asli Son Seungwan tersebut sesekali terlihat.

Tak hanya Wendy, para penonton pun juga merasa janggal dan risih dengan hal tersebut. Meskipun demikian, Wendy pada akhirnya bisa tampil dengan maksimal hingga akhir.

Tak hanya Wendy, para personel lain juga mendapat busana yang terlampau minim meski tak separah Wendy. Hal tersebut yang kemudian membuat para penggemar buka suara. Mereka mengecam para penata busana dan pihak SM Entertainment atas hal tersebut.

Terlebih, kejadian tersebut bukanlah kali pertama pihak manajemen melakukan kesalahan yang serupa. Namun kritik yang disampaikan oleh para penggemar rupanya tak digubris oleh SM Entertainment selaku pengorbit Red Velvet.

“Agensi memperlakukan mereka dengan asal-asalan untuk mendapatkan uang. Mereka jelas berandalan,” kecam seorang netizen.

“Mereka sudah melakukan itu selama 3 tahun. Stylist bahkan tidak memberi mereka celana pendek yang layak. Jika kalian melihat grup lain, celana pendek mereka sepertiĀ hotpants. Mereka telah menerima komentar seperti ini untuk begitu lama tapi terus bertindak seperti pecundang,” ujar netter lain yang tak kalah pedas. (Elhas-harianindo.com)