Jakarta – Politisi PSI, William Aditya Sarana, tak sependapat dengan ungkapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penggunaan trotoar sudah kedaluwarsa. Menurut William, pernyataan Anies itu dianggap telah menghina MA.

William adalah pihak yang menggugat Anies lantaran Pedagang Kaki Lima (PKL) diizinkan menggunakan trotoar di Jalan Jati Baru Tanah Abang, Jakarta Pusat sebagai lapak jualan. Akhirnya putusan tersebut memenangkan William dan membatalkan Pasal 25 Ayat 1 Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Menurut William, keputusan MA itu harus dijalankan oleh Anies dengan segera. Ia mengklaim bahwa tidak ada produk hukum dari MA yang bisa kedaluwarsa.

“Salah besar mengatakan bahwa putusan Mahkamah Agung itu kadaluwarsa. Tidak ada istilah hukum putusan itu kadaluwarsa. Justru ini malah menghina Mahkamah Agung,” ungkap William saat dihubungi, Kamis (05/09/2019).

Putusan MA itu, kata William, bisa dimanfaatkan Anies untuk kembali melakukan penataan terhadap PKL jauh lebih baik lagi. Pasalnya, selain di Tanah Abang, masih ada PKL yang berjualan di trotoar jalan.

“Jadikan putusan MA ini untuk menata PKL agar tidak merugikan pejalan kaki yang selama ini diabaikan terus menerus,” kata William.

Selain merugikan pejalan kaki, Ia juga menuding bahwa PKL di trotoar bisa menjadi lahan premanisme. Lantaran itu ia mencoba menawarkan solusi kepada Anies dengan membangun lokasi khusus PKL.

“Biar semuanya win win solution tidak ada kepentingan terganggu. Tata PKL di tempat khusus,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengklaim bahwa putusan Mahkamah Agung terkait dengan gugatan sengketa pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jati Baru Tanah Abang sudah kedaluwarsa.

Menurut Anies, putusan MA Nomor 38/P.PTSVIII/2019/42 P/HUM/2018 tentang Penutupan Jalan sebagai Tempat Berdagang tidak bertujuan untuk melarang PKL berdagang di trotoar.

Dalam putusannya, kata Anies, MA hanya membatalkan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum 25 ayat (1).

“Keputusan MA itu kedaluwarsa. Kenapa? Karena keputusan itu bukan melarang orang berjualan di trotoar,” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (04/09/2019). (Hr-harianindo.com)