Manado – Mengaku mendapat perlakuan rasis mahasiswa Papua di Sulawesi Utara memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Elian Magal, selaku Ketua Korwil Pelajar LPMAK SMA Lokon mengungkap bahwa puluhan pelajar dan mahasiswa Papua tersebut pulang ke tanah Papua.

“Kami akan berangkatkan adik-adik ke Papua karena kami sudah tidak nyaman sekolah di SMA Lokon maupun SMP Lokon,” kata Magal ketika ditemui jubi di Bandara Internasional Sam Ratulagi Manado, Di Sulawesi Utara, pada Kamis (05/09/2019).

“Kami berangkatkan ada tujuh orang kemarin dan hari ini ada 14 orang dan kami yang masih ada disini juga tidak akan tinggal tetapi kami tetap menyusul pulang ke kampung ikuti jejak teman-teman kami yang pulang ke Papua. Adik-adik kami diancam untuk membuat video. Kami merasa harga diri kami dijatuhkan,” ujarnya.

Menurut Magal surat persetujuan dalam hal membuat video yang diklaim pihak sekolah juga dipalsukan.

“Jadi ancaman itu, uang saku dipotong dan tidak boleh ambulasi (izin keluar masuk asrama). Padahal ambulasi itu hak kami semua. Semua palsu hanya untuk dibuat video antara pihak sekolah dan kepolisian, tanpa sepengetahun kami,” bebernya.

Mahasiswa Papua yang ada di Manado memutuskan untuk kembali ke Papua karena merasa tak aman jika berlama-lama tinggal di Manado. (NRY-harianindo.com)