Jakarta – Akhir-akhir ini, muncul polemik di dalam publik Indonesia terkait keputusan PB Djarum yang menghentikan audisi bulu tangkisnya untuk tahun 2020. Langkah tersebut diambil sebagai respon atas tudingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyebut adanya eksploitasi anak dengan mempromosikan produk rokok.

Rupanya, hal tersebut bukanlah satu-satunya kasus produsen rokok yang dibenturkan dengan olah raga. Marlboro pun juga mengalami nasib serupa.

Bagi para penggemar balapan, mungkin sudah biasa menemukan nama-nama merek rokok sebagai sponsor tim balapan di MotoGP maupun F1. Salah satunya adalah Marlboro. Jenama rokok tersebut merupakan sponsor bagi tim Ducati Marlboro di Moto GP. Selain itu, Marlboro juga menyokong tim Ferrari di ajang F1.

Perubahan mulai muncul pada seri 2011. Pada saat itu, Ducati tidak diperbolehkan lagi menggunakan nama Marlboro dalam tim mereka. Ferrari pun juga harus merombak nama tim mereka dengan alasan dan waktu yang sama.

Phillip Morris selaku pemilik brand Marlboro kemudian mengakali larangan tersebut pada musim 2019 dengan menyematkan kalimat “Mission Winnow” pada bodi kendaraan Ducati maupun Ferrari. Meski dilarang menggunakan nama Marlboro, namun rokok tersebut tetap menjadi sponsor kedua tim tersebut.

Meski tidak terang-terangan mengiklankan produk rokok, rupanya tagline “Mission Winnow” juga harus dicabut oleh Ferrari dan Ducati. Pada seri F1 perdana, Ferrari diperintahkan oleh otoritas Australia lantaran hukum yang berlaku di negara tersebut melarang ketat iklan rokok.

Tak hanya Ferrari, Ducati pun melakukan langkah serupa. Sejak GP Perancis, Ducati memutuskan untuk menghapus “Mission Winnow” di motor timnya. Mau tak mau, Phillip Morris pun harus menghilangkan tagline tersebut sepanjang musim 2019. (Elhas-harianindo.com)