Jakarta – Dugaan suap terkait perdagangan minyak dan gas mentah dan produk kilang diungkap oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Bambang Irianto, selaku mantan Direktur Utama PT Petral ditetapkan pemerintah tersangka dalam kasus tersebut.

Bambang diduga menerima hadiah atau janji terkait kegiatan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte Ltd selaku subsidiary company PT Pertamina.

Laode M Syarif, selaku Wakil Ketua KPK menyatakan bahwa dalam penyidikan perkara dugaan suap di Pertamina Energy Service Pte Ltd (Petral) itu, pihaknya melakukan penggeledahan lima lokasi.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK menggeledah 5 lokasi pada 5 dan 6 September 2019,” ungkap Syarif di Gedung KPK Jakarta.

Lokasi yang diselidiki diantaranya sebuah rumah yang beralamat di Jalan Pramukasari 3, Jakarta; rumah yang beralamat di Komplek Ligamas, Pancoran, Jakarta; dan apartemen yang beralamat di Salemba Residence, Jakarta. Kemudian, rumah yang beralamat di Cempaka Putih Timur, Jakarta, dan rumah yang beralamat di Jalan Cisanggiri II Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta.

“Dari penggeledahan tersebut KPK menyita dokumen pengadaan dan data aset. Dikarenakan dugaan penerimaan suap cukup signifikan maka KPK akan terus berupaya melakukan penelusuran dan asset recovery,” ujar Syarif. (NRY-harianindo.com)