Jakarta- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merasa sangat kehilangan dengan sosok Bacharuddin Jusuf Habibie yang menghembuskan nafas terakhir sore kemarin, Rabu (11/09) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Hal ini diungkapkan oleh Prabowo melalui Juru Bicaranya, Dahnil Anzar Simanjuntak. Bagi Prabowo, lanjut Dahnil, Habibie adalah sosok intelektual dan juga teman diskusi di era pemerintahan Presiden Soeharto.

“Bagi Pak Prabowo, teman diskusi pada masa-masa pemerintahan Pak Harto, bahkan Pak Prabowo sempat sampaikan beliau ingin menjadi Profesor seperti Pak Habibie,” ujar Dahnil melalui pesan singkat, Rabu (11/09).

Saat itu, Habibie menyatakan bahwa kalau Prabowo sudah menjadi profesor. Tentara sekaligus intelektual.

“(Prabowo sampaikan) teruslah belajar, membaca. Kita kehilangan satu lagi bapak bangsa, insya allah beliau husnul khotimah,” kata Dahnil.

Prabowo sudah menyampaikan bela sungkawa melalui akun twitter @prabowo. Dahnil mengungkapkan bahwa Prabowo juga akan segera melayat ke rumah duka yang berlokasi di Patra Kuningan, Jakarta.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar partai Gerindra mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Presiden Republik Indonesia ke 3 Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie. Semoga ditempatkan di sisi Allah SWT. Aamiin YRA,” jelas Prabowo melalui akun Twitter, Rabu (11/09).

Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada pukul 18.05 WIB, Rabu (11/09). Dia wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Jakarta pasca mendapatkan perawatan secara intensif di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD sejak 1 September 2019.

Sejauh ini, pemerintah telah mengeluarkan ketetapan hari berkabung nasional selama tiga hari sampai Sabtu (14/09).

“Jadi kita menetapkan berkabung nasional selama tiga hari. Jadi nanti (hari ini) sampai tanggal 14 September,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.

Pratikno juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang mulai malam ini sampai 14 September mendatang. Selain itu, kantor-kantor pemerintah baik di dalam maupun luar negeri juga dihimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, juga kepada kantor-kantor lembaga negara atau pemerintah, baik di dalam maupun luar negeri untuk mengibarkan bendera setengah tiang sampai tanggal 14 September 2019,” pungkasnya. (Hr-harianindo.com)